AYOJAKARTA.COM - Pengacara Brigadir Yosua Hutabarat atau Brigadir J yakni Martin Simanjuntak, mengklarifikasi mengenai pernyataan Mahfud MD yang menurutnya tidak sesuai dengan fakta.
Diketahui, belum lama ini beredar sebuah video di media sosial TikTok yang memperlihatkan Mahfud MD membuat sebuah pernyataan bahwa rombongan keluarga dari Brigadir J menemuinya sambil menangis.
“Kamaruddin Simanjuntak datang kepada saya ditemani Irma Hutabarat dan keluarganya, nangis bilang bahwa kami tidak percaya ini dibunuh,” kata Mahfud MD.
Mahfud MD juga menambahkan bahwa dirinya ikut turun tangan untuk membongkar kasus ini sampai terungkap.
Pernyataan itu diungkapkan oleh Mahfud dihadapan semua pendukungnya dalam sebuah acara diskusi kampanye.
Menanggapi hal tersebut , Martin Simanjuntak menyebut bahwa pertemuan pertemuan antara Komaruddin Simanjuntak, Irma Hutabarat, dan keluarga Brigadir J dilakukan setelah melaporkan Ferdy Sambo.
Baca Juga: Bicara Soal Kasus Ferdy Sambo, Irma Hutabarat Ungkap 3 Poin Kebohongan Mahfud MD: Gak Masuk Akal!
“Setalah laporan itu sampai dengan Februari 2023, kita tidak pernah bertemu pak Mahfud MD dan nggak pernah ada nangis-nangis,” kata Martin Simanjuntak, dikutip Ayojakarta.com dari Youtube Irma Hutabarat – HORAS INANG, Sabtu, 3 Februari 2024.
Martin pun membenarkan ada pertemuan antara keluarga Brigadir J dengan Mahfud MD pada Februari 2023.
Namun, menurut Martin dalam pertemuan tersebut tidak pernah membahas membahas kasus Brigadir J dan Ferdy Sambo.
“Intinya itu kita tidak membahas kasus Yosua intinya kita ingin membangun komunikasi dengan bapak (Mahfud MD),” pungkasnya.
Lebih lanjut, dengan tegas Martin mengatakan bahwa kasus pembunuhan Brigadir J ini dapat terungkap karena bukan adanya campur tangan dari Mahfud MD.
Melainkan karena adanya kerja keras dan keberanian dari pihak keluarga Brigadir Yosua Hutabarat.
“Pada saat itu yang membongkar kasus ini bukan Polisi, justru keluarga Yosua. Pak Mahfud lagi di Mekkah lagi umroh,” tandas Martin.***