News

Muncul Gerakan Salam 4 Jari, Gibran Rakabuming Raka: Monggo, Debat Kemarin juga Saya 2 Lawan 1

Oleh: Linda Wati Jumat 02 Feb 2024, 18:20 WIB
Gibran Rakabuming Raka

AYOJAKARTA.COM - Baru-baru ini, heboh gerakan salam empat jari sebagai bentuk penolakan pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

Gerakan salam empat jari ini ditengarai sebagai bentuk bergabungnya paslon 01 dan 03, kendati begitu Gibran Rakabuming Raka nampak tak ambil pusing.

Saat di wawancarai oleh media, Gibran Rakabuming Raka mengaku tak masalah jika paslon 01 dan 03 berkoalisi.

Baca Juga: Gerakan Salam 4 Jari Bikin Sensi dan Menggerus Suara Paslon 02? Jubir TKN Prabowo-Gibran: Kalau Kami Sih Melihatnya…

Ia juga menyinggung bahwa dalam debat cawapres sebelumnya, ia bahkan seperti dua lawan satu.

“Ada gabungan antara 1 dan 3 ya monggo, kan warga juga bisa lihat kemarin debat juga saya dua lawan satu,” kata Gibran Rakabuming Raka dikutip ayojakarta.com dari TikTok @masgpemimpinku, Jumat (2/2/2024).

Salam empat jari ini mulai populer dan diunggah akun X alias Twitter @gitaputrid.

Baca Juga: Puji Keputusan Mahfud MD Mundur dari Jabatan Menko Polhukam, Jusuf Kalla Ganti Senggol Prabowo Subianto

Chico Hakim selaku Juru Bicara TPN Ganjar-Mahfud menilai bahwa gerakan itu muncul dari pihak yang peduli terhadap demokrasi.

“Saya melihat backgroundnya adalah orang-orang yang peduli dengan demokrasi Indonesia,” kata Chico Hakim dikutip ayojakarta.com dari YouTube tvOneNews, Jumat (2/2/2024).

Ia menilai bahwa orang yang memopulerkan salam empat jari adalah mereka yang anti pada pelanggaran HAM.

Sementara itu, Dedek Prayudi selaku Juru Bicara TKN Prabowo-Gibran mengatakan bahwa pihaknya tak ambil pusing adanya gerakan itu.

Baca Juga: Irma Hutabarat: Terbongkarnya Kasus Ferdy Sambo Bukan karena Mahfud MD

Ia menegaskan pihaknya lebih memilih untuk fokus dengan diri sendiri serta terhadap bangsa Indonesia.

Juru Bicara TKN Prabowo-Gibran itu juga mengatakan jika paslon 01 dan 03 berkoalisi maka itu menandakan sikap ketidakpercayaan diri untuk bisa menang.

“Kalau pada akhirnya berkoalisi baik secara organik atau tidak, ini adalah wujud dari sikap yang memang sudah nggak yakin menang aja si dan kami nggak mau mikirin perasaan-perasaan, kami nggak mikirin orang yang baper-baper,” ujarnya.***

Reporter Linda Wati
Editor Fathul Amanah