News

Mahfud MD Klaim Kasus Ferdy Sambo Hilang Jika Ia Tak ‘Berteriak’, Martin Simanjuntak: Kemuliaan Ini Mau Diklaim Sendiri?

Oleh: Linda Wati Kamis 01 Feb 2024, 19:01 WIB
Martin Simanjuntak

AYOJAKARTA.COM - Eks pengacara Brigadir J, Martin Lukas Simanjuntak mengungkap kebohongan Mahfud MD dalam kasus Ferdy Sambo.

Martin Simanjuntak membagikan video kampanye Mahfud MD yang bernarasikan seolah dirinyalah yang berjasa dalam pengungkapan kasus Ferdy Sambo.

Dalam video yang dibeberkan Martin Simanjuntak, Mahfud MD mengatakan bahwa saat mengusut kasus Ferdy Sambo, laporan keluarga Brigadir J pada polisi selalu terpental hingga akhirnya ia turun tangan menangani kasus tersebut setelah pulang dari Mekah.

“Kasus Sambo itu muncul pengacara Kamaruddin Simanjuntak yang mengadvokasi keluarganya, dia berteriak-teriak ini pembunuhan tapi setiap lapor polisi mental, maka saya turun tangan sesudah saya pulang di Mekah,” kata Mahfud MD dikutip ayojakarta.com dari YouTube Uya Kuya TV, Kamis (1/2/2024).

Baca Juga: Irma Hutabarat-Martin Simanjuntak Kompak Bongkar 3 Kebohongan Besar Mahfud MD dalam Kasus Ferdy Sambo: Gak Masuk Akal!

Cawapres Ganjar Pranowo ini juga mengatakan bahwa jika dirinya tak berteriak maka kasus Ferdy Sambo bisa hilang.

“Akhirnya saya yang menteriak-teriak ini pembunuhan pasti pembunuhan, selidiki saya berani dan saya tahu juga sampai sekarang kalau saya tidak berteriak kasus itu hilang,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Martin Simanjuntak mengatakan bahwa Mahfud MD hanya mengawal atas intruksi presiden yang sudah empat kali berteriak untuk mengusut kasus Brigadir J.

“Kalau kita berbicara sebenarnya Pak Presiden teriak empat kali tuh makanya kemuliaan ini mau diklaim pekerjaan sendiri atau intruksi presiden?” tanya Martin Simanjuntak.

Baca Juga: Komandan Pemilih Muda TKN Sebut Kontroversi Gibran Rakabuming Raka Adalah Dinamika Jaman Now

Tak hanya itu, Mahfud MD juga mengatakan bahwa pengacara Brigadir J berserta keluarga korban datang menemuinya dan menangis-nangis.

“Kamaruddin Simanjuntak datang kepada saya ditemani Irma Hutabarat dan siapa, keluarganya nangis bahwa kami nggak percaya bahwa ini dibunuh sayapun nggak percaya saya bilang,” kata Mahfud MD dikutip ayojakarta.com dari YouTube Irma Hutabarat, Kamis (1/2/2024).

Namun lagi-lagi pernyataan itu juga dibantah pengacara Brigadir J.

“Tidak ada peristiwa Kamaruddin, Inang Irma, saya atau sama keluarga datang ke kantornya Pak Mahfud nangis-nangis itu nggak ada,” kata Martin Simanjuntak.***

Reporter Linda Wati
Editor Fathul Amanah