News

Komandan Pemilih Muda TKN Sebut Kontroversi Gibran Rakabuming Raka Adalah Dinamika Jaman Now

Oleh: Riky Iskandar Kamis 01 Feb 2024, 18:05 WIB
Gibran Rakabuming Raka

AYOJAKARTA.COM -- Kontroversi yang dilakukan Cawapres 02 Gibran Rakabuming Raka mendapat perhatian dari berbagai kalangan.

Bahkan, kontroversi itu dianggap dapat menurunkan elektabilitas paslon nomor urut 02 Prabowo-Gibran.

Namun, tanggapan lain muncul dari Komandan Pemilih Muda TKN Prabowo-Gibran, Arief Rosyid.

Menurut Arief, kontroversi yang dibuat Gibran merupakan bagian dari dinamika jaman now.

Baca Juga: Jokowi Bocorkan Pertemuannya dengan Mahfud MD: Nanti Sore Mungkin Ketemu, Soal Pengunduran Diri?

Ia juga menyebut kubu 02 tak merasa panik dengan adanya kontroversi tersebut.

"Kalau kami enggak ya (panik), karena mas Gibran bicara masalah jaman now bisa diatasi dengan solusi jaman now," kata Arief Rosyid dikutip ayojakarta.com dari YouTube Kompas TV pada Kamis (1/2/2024).

Meski beberapa mengkritik gestur Gibran, Arief yakin bahwa tindakan tersebut sesuai dengan semangat zaman sekarang.

"Kalau ada yang menganggap gestur Gibran saat debat itu sikap yang songong ya itu bukan jaman now, itu jaman old berarti," ujarnya.

Baca Juga: Mahfud MD Resmi Umumkan Bakal Mundur dari Jabatan Menkopolhukam, Begini Respons Jokowi

Dengan gestur yang ditujukan Gibran saat debat, kata Arief itu tak membuat level debat menjadi rendah.

"Balik ke debat sebelumnya yang bullying kurang sadis apa," sebutnya.

Arief menilai bahwa apapun yang disampaikan Gibran tak sepenuhnya salah, mengibaratkannya dengan program food estate yang bisa sukses atau gagal.

Baca Juga: Rencana Mahfud MD Mundur dari Jabatan Menuai Sorotan, TKN Prabowo-Gibran Bikin Perumpamaan dengan Kuah Makanan

"Food estate ada yang benar juga kan, ada yang sukses ada yang gagal biasa aja kan dalam sebuah program. Tapi yang ditunjukin oleh paslon 1 dan 3 justru bagi kami sebagai generasi muda itu memang nggak ada harapan di sana," terangnya.

Bagi generasi muda, lanjut Arief tema yang diangkat Gibran menjadi perhatian.

"Kita juga harus secara porposional melihat kalau argumentasi kami sebagai anak muda apa yang dilakukan Mas Gibran itu membantu Pak Mahfud dan Cak Imin yang sebelumnya sangat tegang, padahal yang dianggap belimbing sayur ini kan Mas Gibran, yang dianggap cupu ini Mas Gibran tapi di dua debat terakhir ternyata yang cupu jadi suhu, yang suhu ternyata cupu," terangnya.***

Reporter Riky Iskandar
Editor Fathul Amanah