AYOJAKARTA.COM - Pengacara Alvin Lim berkeinginan terus berjuang untuk membela kasus-kasus kontroversial, terutama yang melibatkan masyarakat lemah.
Sebab, dalam membela kasus kontroversi dirinya selalu mendapat lawan "raksasa", sehingga masyarakat kecil menjadi susah untuk menang.
"Karena biasanya raksasa- raksasa itu bekingannya penguasa. Setiap hari sering diancam sih, tapi bodo amat," kata Alvin Lim dikutip dari YouTube Helmy Yahya Bicara pada Kamis (1/2/2024).
Baca Juga: Top 10 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang Dikenal Sebagai Pencetak PNS Terbanyak, UT Kalahkan UGM!
Alvin Lim, yang telah tiga kali merasakan penjara, menegaskan ketidakgentarannya melawan raksasa-raksasa tersebut.
"Sudah biasa, masuk penjara aja udah tiga kali. Di sana, banyak penjahat, jadi gak ada yang ditakuti," ujarnya.
Ia mengatakan, bahwa dirinya ingin dikenal sebagai orang yang berhasil menentang "raksasa penjahat," terutama yang terlibat dalam kejahatan keuangan.
Sebab menurutnya, penjahat di Indonesia sangat merajalela, dan banyak korban yang tidak punya dukungan hukum.
"Saya ingin orang yang dikenal sebagai orang yang berhasil menghajar raksasa raksasa penjahat karena mereka bilang saya mafia ya saya pretelin tuh raksasa raksasa terutama penjahat bagian keuangan," katanya.
Baca Juga: Mobil Rombongan AMIN Kecelakaan di Sumenep, Bagaimana Nasib Anies dan Cak Imin?
"Penjahat di Indonesia itu sangat marak, kasian orang orang meninggal, sakit gak punya uang jadi kalau saya gak bantuan kasian mereka," tambahnya.
Ia menilai ketidakmungkinan bagi banyak pengacara besar untuk menangani kasus investasi bodong karena tidak menguntungkan secara bisnis.
"Lawyer besar jarang masuk ke sana karena fee-nya lebih besar jika mereka membela pihak yang punya duit," jelasnya.
Contoh kasus investasi bodong seperti Indosurya menunjukkan ketidakseimbangan kekuatan antara korban yang miskin dan penjahat yang memiliki kekayaan serta koneksi dengan pejabat.
"Kalau ngomong kekuasaan sekalipun ya kita gak punya kekuasaan dibanding si penjahat, kan dia punya kenalan pejabat pejabat," ujarnya.