News

10 Kota dengan Toleransi Tertinggi di Indonesia Berdasarkan IKT 2023 dari SETARA Institut, Ada Kotamu?

Oleh: Rosandra Gisca Andyna Rabu 31 Jan 2024, 15:24 WIB
10 Kota dengan Toleransi Tertinggi di Indonesia Berdasarkan IKT 2023 dari SETARA Institut, Ada Kotamu?

AYOJAKARTA.COM -- Indonesia adalah sebuah negara yang kaya akan keberagaman suku, adat, budaya serta agama.

Dengan keanekaragaman yang dimilikinya, tentu saja hidup di Indonesia harus memiliki rasa toleransi yang tinggi terhadap sesama manusia apapun perbedaan kondisinya.

Pada Selasa, 30 Januari 2024 kemarin, SETARA Institut melakukan launching dan penghargaan Indeks Kota Toleran (IKT) 2023.

Baca Juga: 5 Kota di Indonesia yang Banyak Dikunjungi Wisatawan Asing dan Terkenal hingga Mancanegara!

Dala penilaiannya, ada 10 kota di Indonesia yang masuk ke dalam kategori kota dengan toleransi tertinggi di Indonesia.

Dikutip Ayojakarta.com dari akun Instagram resmi SETARA Institut @setara_institute, Rabu (31/1/2024) berikut adalah informasi selengkapnya.

10 Kota dengan Toleransi Tertinggi di Indonesia versi SETARA Institut

1. Kota Singkawang

Kota Singkawang rupanya kembali menjadi kota dengan toleransi tertinggi di Indonesia peringkat pertama.

Pada penilaian melalui Indeks Kota Toleran (IKT) 2023, Singkawang mendapatkan skor 6.500.

Namun skor tersebut turun dari IKT 2022 yakni sebesar 6.583.

Baca Juga: Top 10 Kota Paling Toleran di Indonesia versi Setara Institute, Minoritas Bisa Hidup Nyaman di Sini, Kotamu Termasuk?

2. Kota Bekasi

Pada peringkat kedua kota dengan toleransi tertinggi di Indonesia adalah Kota Bekasi.

Pada IKT 2023, Kota Bekasi memiliki skor 6.460 naik dari penilaian IKT tahun 2022 lalu sebesar 6.080 dengan menduduki peringkat ke-3.

3. Kota Salatiga

Berikutnya Kota Salatiga menempati peringkat ke-3 sebagai kota dengan skor toleransi tertinggi pada IKT 2023 dengan skor 6.450.

Peringkat Kota Salatiga mengalami penurunan 1 tingkat dari IKT 2022 yang menempati peringkat kedua dengan skor 6.417.

4. Kota Manado

Di posisi peringkat ke-4, ada Kota Manado yang juga termasuk dalam kategori kota toleransi tertinggi di Indonesia.

Baca Juga: 10 Kota Terdingin di Indonesia, Suhunya Hampir Setara dengan Negara di Eropa

Skor toleransi Kota Manado pada IKT 2023 adalah sebesar 6.400, dan nilai tersebut mengalami kenaikan dan IKT 2022 dengan skor sebesar 5.767.

5. Kota Semarang

Pada peringkat ke-5 ada Kota Semarang yang juga masuk ke dalam kategori kota bertoleransi tinggi di Indonesia.

Skor IKT 2023 untuk Kota Semarang adalah 6.230, dan skor tersebut naik dari tahun 2022 sebelumnya yaitu 5.783.

6. Kota Magelang

Kota Magelang menempati peringkat ke-6 pada IKT 2023 sebagai kota toleran dengan skor 6.220.

Jumlah skor tersebut mengalami kenaikan dari skor di tahun 2022 yaitu 5.670.

Baca Juga: 7 Kota Teraman di Indonesia, Ada Banjarmasin hingga Denpasar, Kota Kamu Termasuk?

7. Kota Kediri

Selanjutnya, Kota Kediri menempati peringkat ke-7 sebagai kota toleran dengan skor 6.073.

Skor tersebut mengalami penurunan dari tahun sebelumnya IKT 2022 yaitu sebesar 5.850.

8. Kota Sukabumi

Kota Sukabumi menempati posisi peringkat ke-8 dengan skor toleran di IKT 2023 adalah sebesar 5.997.

Meskipun mengalami penurunan peringkat dari sebelumnya di peringkat ke-6, tetapi Kota Sukabumi mengalami peningkatan skor dari yang sebelumnya 5.810.

9. Kota Kupang

Diperingkat ke-9 adalah Kota Kupang yang memiliki skor toleran di IKT 2023 sebesar 5.953.

Skor tersebut mengalami kenaikan dari yang sebelumnya di IKT 2022 mendapatkan skor sebesar 5.687.

Baca Juga: 5 Kota Penghasil Batik Terbanyak, Salah Satunya Ternyata Memiliki Museum Batik Lho, Mana Saja?

10. Kota Surakarta

Kota Surakarta menduduki peringkat ke-10 kota dengan toleransi tertinggi di Indonesia.

Pada IKT 2023, Kota Suratnya mendapatkan skor toleran sebesar 5.800 dan skor tersebut mengalami penurunan dari IKT 2022 sebesar 5.883.

Itulah informasi mengenai 10 kota dengan toleransi tertinggi di Indonesia versi SETARA Institut berdasarkan IKT 2023. Semoga bermanfaat.***

Reporter Rosandra Gisca Andyna
Editor Eneng Reni Nuraisyah Jamil