News

Diserang Luhut dan Bahlil, Tom Lembong Sentil Masalah OSS yang Terlalu Esktrem dan Tidak Mungkin

Oleh: Riky Iskandar Rabu 31 Jan 2024, 12:10 WIB
Menanggapi kritikan tersebut, Tom Lembong menyindir kasus Organisasi Sistem Satu Atap (OSS). Menurutnya OSS sebagai "gimik".

AYOJAKARTA.COM -- Mantan Menteri Thomas Lembong merespon kritikan dari Luhut Binsar Panjaitan dan Bahlil Lahadalia.

Dikritik dua menteri, Tom Lembong sapaan akrabnya, menyatakan penghormatan kepada mereka sebagai senior.

"Saya sangat menghormati pak Luhut sebagai senior saya, kemudian juga pak Bahlil. Saya juga punya kenangan indah memori memori bekerjasama dengan beliau, selama 4 tahun saya di kabinet saya banyak dibantu oleh beliau. beliau orang hebat," kata Tom Lembong dikutip ayojakarta.com dsri channel YouTube Metro TV pada Rabu, 31 Januari 2024.

Menanggapi kritikan tersebut, Tom Lembong menyindir kasus Organisasi Sistem Satu Atap (OSS). Menurutnya OSS sebagai "gimik".

"Menarik untuk kita ulas misalnya masalah OSS, OSS itu sebetulnya super gimik, ini patut sedikit kita buka kepada publik itu sebenarnya jilatan yang luar biasa kepada pak Presiden oleh seorang pejabat senior dan saking seniornya saya tidak bisa membantah," ujarnya.

Baca Juga: Rismon Sianipar Tantang Hakim Binsar Gultom Buktikan Rekayasa CCTV Kopi Sianida: Maju Kalian

Bahkan, lanjut Tom Lembong, dalam kasus OSS itu, mereka janji menurunkan waktu perizinan dari 7 hari menjadi 4 jam, yang dianggapnya ekstrem dan tidak mungkin.

"Jadi janjinya itu adalah kalau kita bisa menurunkan waktu penerbitan ijin dari 7 hari menjadi 4 jam kenapa gak bisa diturunkan lagi dari 4 jam menjadi 5 menit. terbit ijin dalam 5 menit itukan sebuah ide yang sangat konyol jadi terlalu ekstrem dan tidak mungkin" ungkapnya.

Ia pun mempertanyakan kompleksitas integrasi OSS, ia mengungkapkan bahwa visi tersebut membutuhkan waktu puluhan tahun.

"Visi OSS sangat oke itu mengintegrasikan semua proses - proses perijinan di 34 kementerian, puluhan lembaga non kementerian, 38 pemerintah Provinsi dan 560 lebih pemerintahan kabupaten kota. Upaya yang begitu ambisius mendigitalkan semua, kemudian mengintegrasikan digital masing masing itu sudah pasti pekerjaaan puluhan tahun bukan pekerjaan satu atau dua tahun," paparnya.

Baca Juga: Tom Lembong Jawab Tantangan Luhut Pandjaitan untuk Cek Tambang Nikel: Sangat Welcome

Ia menyatakan bahwa anggaran yang dialokasikan untuk perizinan tidak mencerminkan seriusnya pemerintah.

Bahkan, tambah Tim Lembong, Bahlil pernah menyatakan bahwa anggaran OSS tidak pernah mencapai 1 triliun untuk perijinan se-Indonesia.

Bahkan kata Tom Lembong, Bahlil juga menyatakan jika OSS saat ini adalah seperti "Avanza second" bukan dengan "Mercy,".

"Jadi pemerintah tidak pernah menganggarkan dengan serius dalam alokasi anggaran," pungkasnya.

Reporter Riky Iskandar
Editor Aris Abdulsalam