News

10 Sekolah Kedinasan dengan Jumlah Pendaftar Terbanyak, Simak Informasi Selengkapnya di Sini!

Oleh: Fitri Nurjanah Senin 29 Jan 2024, 11:20 WIB
10 Sekolah Kedinasan dengan Jumlah Pendaftar Terbanyak, Simak Informasi Selengkapnya di Sini!

AYOJAKARTA.COM -- Sekolah kedinasan merupakan lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan kementerian atau lembaga pemerintahan di Indonesia.

Pasalnya, bagi siswa yang lulus dari sekolah kedinasan akan lebih mudah untuk menjadi seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Oleh sebab itu, tidak heran jika banyak calon siswa yang tertarik untuk melanjutkan pendidikan di sekolah ini.

Baca Juga: Daftar Sekolah Kedinasan Tanpa Tes Fisik dan Non Militer yang Ada di Indonesia, Persiapkan Dirimu dari Sekarang!

Tidak hanya itu, untuk masuk sekolah kedinasan harus melewati beberapa seleksi dan persaingan yang cukup ketat.

Dikutip dari Instagram @masukptn, mengacu pada tahun sebelumnya terdapat 10 sekolah kedinasan yang memiliki jumlah pelamar terbanyak.

Adapun sekolah tersebut, di antaranya:

1. Politeknik Keuangan Negara (PKN STAN)

Jumlah pendaftar : 20.809

2. Politeknik Statistika (STIS)

Jumlah pendaftar : 14.442

3. Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN)

Jumlah pendaftar : 13.699

Baca Juga: 8 Instansi Pemerintah Siap Buka Formasi Sekolah Kedinasan Tahun 2024, Intip Rinciannya

4. Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN)

Jumlah pendaftar : 8.558

5. Politeknik Imigrasi (Poltekim)

Jumlah pendaftar : 6.602

6. Politeknik Transportasi Darat Indonesia Bekasi (STTD)

Jumlah pendaftar : 5.991

7. Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (Poltekip)

Jumlah pendaftar : 5.379

8. Politeknik Perkeretaapian Indonesia (PPI)

Jumlah pendaftar : 2.237

Baca Juga: 8 Instansi Pemerintah Siap Buka Formasi Sekolah Kedinasan Tahun 2024, Intip Rinciannya

9. Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN)

Jumlah pendaftar : 2.504

10. Politeknik Transportasi Sungai Danau dan Penyeberangan Palembang (Poltektrans SDP)

Jumlah pendaftar : 6.602

Itu dia jumlah pendaftar terbanyak di 10 sekolah kedinasan di Indonesia.***

Reporter Fitri Nurjanah
Editor Eneng Reni Nuraisyah Jamil