News

Nyamuk Wolbachia Diklaim Ampuh Turunkan Demam Berdarah, Kemenkes Libatkan 25 Peneliti

Oleh: Riky Iskandar Jumat 26 Jan 2024, 15:28 WIB
Petugas Dinkes Kota Bandung memberi pakan bibit nyamuk yang telah diberi kuman Wolbachia untuk Cegah DBD.

AYOJAKARTA.COM -- Kasus demam berdarah masih menghantui masyarakat, bahkan menjadi tantangan kesehatan yang perlu diatasi.

Pemerintah mengadopsi inovasi teknologi nyamuk ber-wolbachia sebagai langkah strategis untuk menekan penyebaran demam berdarah.

Teknologi ini berbasis pada bakteri alami Wolbachia yang tersebar pada 60% serangga. Wolbachia disuntikkan ke nyamuk aedes aegypti, menghasilkan nyamuk yang kebal terhadap virus demam berdarah.

Dengan menekan populasi nyamuk pembawa penyakit, pemerintah berharap dapat mengurangi angka penularan dan mencapai target eliminasi demam berdarah pada tahun 2030.

Melansir dari kemkes.go.id Direktur Jenderal (Dirjen) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Maxi Rein Rondonuwu, menegaskan keamanan penyebaran nyamuk ber-wolbachia setelah melalui penelitian panjang dan melibatkan 25 peneliti terkemuka di Indonesia.

Uji coba di Yogyakarta sekitar 5-6 tahun lalu memberikan hasil positif, dan Badan Kesehatan Dunia merekomendasikan teknologi ini pada tahun 2021.

Baca Juga: Periode Salur Bansos PKH dan BPNT di Aplikasi SIKS-NG Berubah Hari Ini, Pertanda Akan Dicairkan?

"Penerapan teknologi nyamuk ber-wolbachia sudah melalui kajian dan analisis risiko dengan melibatkan 25 peneliti top Indonesia, dan hasilnya bagus," kata Maxi

Kemudian, penerapan nyamuk ber-wolbachia diperluas ke lima kota utama di Indonesia, yaitu Jakarta Barat, Bandung, Semarang, Bontang, dan Kupang, setelah mempertimbangkan keberhasilan implementasi di Yogyakarta.

Meskipun telah menunjukkan hasil positif, monitoring dan evaluasi terus dilakukan untuk memastikan efektivitasnya.

Baca Juga: Gibran Tuding Cak Imin Pakai Contekan Saat Debat Pilpres, Tom Lembong: Daripada Gaya tapi Fakta Tak Akurat

Kementerian Kesehatan juga merilis Buku Pedoman Penanggulangan Dengue dengan metode nyamuk ber-wolbachia di kelima kota tersebut.

Sehingga, menjadikan langkah ini sebagai bagian integral dari upaya pencegahan dan pengendalian demam berdarah di Indonesia.

Reporter Riky Iskandar
Editor Aris Abdulsalam