News

Gibran Sindir Cak Imin Pakai Botol Plastik, Jurnalis Investigasi: Solo Justru Tidak Menerapkan Larangan Plastik Sekali Pakai

Oleh: Francisca Wuri Sulistyowati,ST Rabu 24 Jan 2024, 13:05 WIB
Gibran Sindir Cak Imin Pakai Botol Plastik, Jurnalis Investigasi: Solo Justru Tidak Menerapkan Larangan Plastik Sekali Pakai

AYOJAKARTA.COM -- Debat cawapres pada Minggu, 21 Januari 2024, lalu masih menarik untuk diperbincangkan.

Salah satu yang menarik adalah ketika cawapres nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka akan bertanya kepada cawapres nomor urut 1 Muhaimin Iskandar.

Sebelum melontarkan pertanyaan, Gibran mengatakan "Gus Imin ini lucu ya, menanyakan soal lingkungan hidup tapi kok pakai botol-botol plastik itu. Padahal saya, Pak Ganjar, Pak Mahfud pakai botol kaca. Gimana itu komitmen?" tanya Gibran sambil menunjuk ke arah botol.

Baca Juga: Patahkan Statement Gibran, Pengamat Politik Sebut Food Estate Pernah Gagal di Zaman Soeharto

Pernyataan tersebut ternyata direspons oleh Dandhy Laksono, seorang jurnalis investigasi kawakan yang fokus pada lingkungan. Dandhy mengatakan Solo tidak menerapkan larangan plastik sekali pakai.

"Saya kan bikin film Pulau Plastik di Netflix. Barusan saya chat mba Tiza Fahira, salah satu bintang film di film Pulau Plastik. Saya tanya, Solo ini menerapkan larangan single use plastic nggak? Ternyata nggak. Ternyata dia (Gibran) cuma main gimik soal botol-botol plastik," jelas Dandhy.

Sementara Cak Imin yang dituding menggunakan botol plastik, menyanggah dia atau tim yang membawanya.

"Siapa yang menyediakan botol plastik di meja para peserta kita juga enggak tahu," katanya dikutip dari Kompas TV.

Baca Juga: Soal Isu PBNU Beri Arahan untuk Dukung Prabowo-Gibran, Cak Imin: Kalau Benar, Itu Mendelegitimasi Dirinya Sendiri

Sementara Kapten Tim Pemenangan Nasional Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Timnas Amin), Muhammad Syaugi Alaydrus, menyatakan bahwa botol-botol plastik itu disediakan oleh panitia.

Plastik Sekali Pakai: Ancaman bagi Lingkungan

Plastik adalah salah satu bahan yang paling banyak digunakan di dunia. Namun, plastik memiliki sifat yang sulit terurai dan membutuhkan waktu puluhan hingga ratusan tahun untuk terurai.

Selama jangka waktu tersebut, plastik yang telah menjadi limbah dapat terpecah-pecah menjadi mikroplastik dan menjadi ancaman bagi makhluk hidup dan lingkungan.

Indonesia merupakan salah satu negara yang menyumbangkan banyak sampah plastik ke laut. Studi menunjukkan bahwa Indonesia berada di peringkat kedua kontributor sampah plastik ke laut dengan menghasilkan 1,3 juta ton per tahun.

Baca Juga: Viral IPK 2,3 Gibran Rakabuming di University of Bradford, Warganet: Anak Sekecil Itu Berkelahi dengan Mahfud

Salah satu jenis plastik sekali pakai yang paling banyak digunakan di Indonesia adalah kantong plastik. Kantong plastik sering digunakan oleh masyarakat karena lebih murah dan mudah didapat.

Namun, kantong plastik hanya digunakan sekali dan kemudian dibuang. Hal ini menyebabkan kantong plastik menjadi salah satu penyumbang terbanyak sampah di Indonesia.

Salah satu upaya untuk mengurangi sampah plastik sekali pakai adalah melalui penerapan peraturan pemerintah daerah. Saat ini sudah ada 34 kota/kabupaten/provinsi yang menerapkan peraturan ini.

Reporter Francisca Wuri Sulistyowati,ST
Editor Eneng Reni Nuraisyah Jamil