News

Gibran Rakabuming 'Tersengat' Gimiknya Sendiri, Sentimen Negatifnya Meroket hingga 66 Persen

Oleh: Francisca Wuri Sulistyowati,ST Rabu 24 Jan 2024, 08:37 WIB
Cawapres No Urut 3, Gibran Rakabuming

AYOJAKARTA.COM - Debat keempat yang diikuti oleh ketiga cawapres hingga kini masih menjadi perbincangan publik.

Hal ini terutama terkait gaya komunikasi politik, khususnya yang dilakukan capres nomor urut 2 Gibran Rakabuming yang gemar melontarkan gimik.

Berdasarkan analisis drone emprit, justru gimik yang dilakukan Gibran membuat sentimen negatifnya meroket.

Baca Juga: Isinya Mengejutkan! Rismon Sianipar Bongkar Surat BAP MN dan Christopher, Yakin Ada Rekayasa CCTV Jessica Wongso,

Analisis sentimen dilakukan pada 21 Januari 2024 Pukul 22:00 WIB hingga 22 Januari 2024 Pukul 23:59 WIB

a. Muhaimin Iskandar mendapat 355 ribu mentions
- Positif 78%
- Negatif 9%
- Netral 12%

b. Gibran Rakabuming mendapat 512 ribu mentions
- Positif 28%
- Negatif 66%
- Netral 6%

c. Mahfud MD mendapat 173 ribu mentions
- Positif 71%
- Negatif 11%
- Netral 18%

Baca Juga: Nilai Rata-rata Rapor Agar Lolos SNBP 2024 di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) untuk Semua Jurusan

Pakar komunikasi dari Universitas Padjajaran (Unpad), Dadang Rahmat Hidayat, menilai debat cawapres lalu sorotan banyak terfokus pada tata cara penyampaian pesan (delivery) daripada pada substansi atau isi yang seharusnya menjadi fokus utama.

"Justru yang banyak dibicarakan adalah 'How to delivery'-nya. Jadi bukan pada pesannya, bukan pada substansinya, jadi pada delivery-nya. Bagaimana menyampaikan pertanyaan, bagaimana menjawab gimik-gimik, dan hal-hal itu yang justru banyak dibicarakan," ungkap Dadang Rahmat Hidayat.

Menurut Dadang, fenomena ini menunjukkan bahwa debat cawapres belum sepenuhnya menjadi arena yang kuat dalam konteks substansi.

Pusat perhatian terlalu banyak teralih pada cara penyampaian dan respons terhadap pertanyaan atau serangan lawan debat.

"Sangat sayang sebetulnya, harusnya debat cawapres, yang menurut saya seharusnya menjadi bagian yang sangat kuat dalam konteks substansi ini belum terbangun," tambahnya.

Debat seharusnya menjadi wadah untuk mendiskusikan ideologi, kebijakan, dan paradigma pembangunan yang akan diemban oleh para calon pemimpin.

Debat masih menyisakan satu putaran untuk calon presiden yang akan digelar pada 4 Februari 2024.***

Reporter Francisca Wuri Sulistyowati,ST
Editor Jinan Vania Barizky