News

Kecewa dengan Kinerja Mahfud MD Sebagai Menkopolhukam, Alvin Lim: Hati Terhadap Masyarakat Nol Besar!

Oleh: Linda Wati Senin 22 Jan 2024, 05:56 WIB
Alvin Lim

AYOJAKARTA.COM - Nama Alvin Lim memang terkenal vokal dalam membongkar kebobrokan hukum dan ketidakadilan di Indonesia.

Kali ini, Alvin Lim secara terang-terangan mengkritik kinerja Mahfud MD sebagai Menkopolhukam.

Kritikan Alvin Lim kepada Mahfud MD berkaitan dengan kasus investasi bodong dan kasus-kasus lain yang masih belum usai.

Baca Juga: Paparkan Visi Misi di Debat Cawapres, Gibran Akan Buka 19 Juta Lapangan Kerja, Stabilitas Harga Pangan hingga Tingkatkan Dana Desa

Menurutnya, dengan jabatan Mahfud MD sebagai Menkopolhukam dan segudang pengalamannya seharusnya dapat menyelesaikan kasus-kasus tersebut.

“Dia pernah masuk legislatif, eksekutif, yudikatif, pengetahuan umum udah 1000, udah segudang tapi hati terhadap masyarakat nol besar itu aja yang saya lihat,” kata Alvin Lim dikutip ayojakarta.com dari YouTube Uya Kuya, Senin (22/1/2024).

“Siapa yang nol besar?" tanya Uya Kuya menegaskan.

“Menkopolhukamlah,” kata Alvin Lim.

Baca Juga: Sampaikan Visi-Misi, Cak Imin Langsung ‘Ngegas’ Rusaknya Food Estate dan Ungkit 500 Ribu Hektare Lahan Prabowo

Pengacara kondang itupun membandingkan sikap Menkopolhukam dalam menangani kasus investasi bodong dengan pemakzulan Jokowi yang belakangan ini sedang diperbincangkan.

Berbeda dengan kasus investasi bodong, dalam hal pemakzulan Jokowi, Menkopolhukam disebut menerima bahkan memberikan arahan terkait bagaimana cara memakzulkan presiden.

“Investasi bodong datang ke kantor dia sudah berpuluh-puluh kali tidak pernah satu kalipun diterima. Ini yang mau makzulkan presiden dengan senang hati diterima diajarin caranya,” terangnya.

Baca Juga: Debat Cawapres: Gibran Akan Lanjutkan Program Hilirisasi, Sebut Akan Buka 19 Juta Lapangan Kerja Baru

Ia pun mengatakan bahwa jika dirinya yang menjadi presiden, maka tentu akan marah pada Mahfud MD.

Hal tersebut lantaran Presiden lah yang telah memilihnya sebagai Menteri.

“Saya jujur aja kalau jadi presiden gua gampar pak, sayang aja presiden kita saat ini baik,” katanya.***

Reporter Linda Wati
Editor Fathul Amanah