AYOJAKARTA.COM -- Calon Presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo, mendesak pejabat negara yang maju sebagai capres atau cawapres di Pemilu 2024 untuk mundur.
Ganjar menilai potensi penyalahgunaan kekuasaan jika pejabat tersebut tidak melepaskan jabatannya.
Menurutnya, kondisi ini menghambat terwujudnya pemilu yang seharusnya berlangsung dengan lancar.
Ganjar mengatakan kualitas demokrasi dapat mundur jika capres atau cawapres masih memegang jabatan.
Menurutnya, jika menteri merupakan anggota partai, ada aturan cuti yang bisa diikuti untuk terlibat dalam pemilu.
"Menurut saya, kalau memang menterinya anggota partai kan ada aturannya, cuti terus kemudian bisa terlibat, tapi kalau tidak ya tidak," kata Ganjar dikutip dari Youtube Metro TV pada Jumat (19/1/2024).
Ganjar menegaskan bahwa cuti atau mundur merupakan pilihan yang fair dan mencegah potensi penyalahgunaan kekuasaan.
"Maka saya katakan biasanya klaim menggunakan kesempatan ini akan terjadi, itulah kenapa sebaiknya cuti atau mundur, mundur itu pilihan yang paling bagus karena itu akan menjadi fair," jelasnya.
Ia mengkritik ketentuan yang tidak mewajibkan mundur, menyatakan bahwa hal itu membawa risiko dan dapat merugikan proses pemilu.
Baca Juga: Viral di X: Rocky Gerung Roasting Jubir TKN Prabowo-Gibran Andre Rosiade, Ada Kata Dungu
"Nah karena kemarin ketentuannya tidak mundur, maka kita akan memasuki situasi yang penuh risiko. Rasanya ketentuan tidak harus mundur itu sedang diambil sebuah risiko dan risiko itu sedang terjadi," ujarnya.
Menanggapi desakan mundur dari Ganjar Pranowo, Cawapres nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka, yang juga menjabat sebagai Walikota Solo, hanya mengucapkan terima kasih.
"Terima kasih masukannya," ucap Gibran.