AYOJAKARTA.COM – Presiden Joko Widodo telah mengumukan akan membuka seleksi CPNS tahun 2024 dengan 690 formasi untuk fresh graduate atau lulusan baru.
Hal itu telah diumumkan langsung oleh presiden Jokowi dalam unggahannya di media sosial Instagram @jokowi, pada awal Januari 2024.
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Abdullah Azwar Anas, mengatakan pada tahun ini pemerintah akan membuka 2,3 juta formasi untuk CPNS dan PPPK.
Bagi putra putri terbaik Indonesia yang lolos dalam seleksi CPNS tahun ini, pemerintah akan mengalokasikannya pada instansi pusat dan daerah.
Baca Juga: RESMI! CPNS 2024 Dibuka Bulan Ini, Cek Jadwal Lengkapnya Ada 3 Kali Seleksi Tahun Ini
“Tahun ini pemerintah memberi alokasi cukup besar bagi fresh graduate. Melalui seleksi CPNS. Sedangkan, PPPK sebagai fokus pertama pemerintah untuk melakukan penataan pegawai non-ASN,” ujar Anas, dikutip AyoJakarta.com dari menpan.go.id, Jumat, 19 Januari 2024.
Hal itu disampaikan oleh Anas dalam Rapat Kerja dengan Komisi II DPR RI, di Komplek DPR-MPR RI, Jakarta, Rabu, 17 Januari 2024.
Pada tahun 2024 pemerintah akan memberikan kesempatan yang luas bagi fresh graduate untuk mengikuti seleksi CPNS. Khususnya bagi mereka yang memiliki kemampuan dalam bidang digital.
Baca Juga: Resmi! CPNS 2024 akan Dilaksanakan 3 Periode dalam Setahun, BKN Bocorkan Jadwalnya
Alasan pemerintah menerapkan kebijakan tersebut, dengan adanya talenta-talenta baru diharapkan dapat mendorong birokrasi dan pelayanan publik agar berjalan lebih efektif dan efisien.
“Talenta digital dan rekrutmen baru kita tunjukan untuk mengakselerasi ekonomi nasional sekaligus menjadi pendorong penguatan akuntabilitas birokrasi,” katanya.
Dari total 2,3 formasi yang disediakan oleh pemerintah terdiri dari instansi pusat sebanyak 429.183, dan 207.247 untuk CPNS, serta 221.936 untuk PPPK.
Adapun kebutuhan untuk instansi daerah terdiri dari 483.575 untuk CPNS, dibuka untuk lowongan PPPK teknis, nakes, dan guru sebanyak 1.383.758.
Baca Juga: Rincian Formasi CPNS 2024, Ternyata Terbanyak dari Tahun-Tahun Sebelumnya! Berapa Jumlahnya?
Menurut Anas, saat ini pemerintah akan lebih banyak mengalokasikan ASN di instansi daerah.
Sebab, kata dia, jika dilihat di daerah lebih banyak membutuhkan tenaga ASN untuk pelayanan publik.***