AYOJAKARTA.COM – Uya Kuya kini mengalihkan kariernya dari dunia industri ke politik.
Diketahui, kini Uya Kuya sedang gencar melakukan kampanye untuk memperebutkan kursi sebagai anggota DPR RI pada Pemilu 2024 ini.
Sebelum terjun ke dunia politik, Uya Kuya dikenal sebagai seorang artis yang berkarier di industri hiburan Indonesia.
Ia merupakan seorang presenter dan komedian yang acaranya kerap dikenal publik.
Bahkan, dirinya juga turut membuat konten menarik yang disalurkan melalui akun YouTube pribadinya.
Disebutkan bahwa konten-konten Uya Kuya tersebut ternyata sering mendapat ancaman dan bahkan ada yang berniat ingin melaporkannya ke pihak berwajib.
Dengan kegelisahan tersebut, Uya Kuya mengutarakan niatnya untuk dapat bergabung ke dunia politik melalui Partai Amanat Nasional (PAN).
Dengan kehadirannya sebagai calon legislatif, Uya Kuya berharap dapat memperbaiki sistem hukum yang menurutnya belum sepenuhnya merata ke seluruh rakyat Indonesia.
Ia beranggapan bahwa menjadi artis saja tak cukup untuk menyuarakan sistem hukum yang belum begitu baik, sehingga dirinya berniat masuk ke dunia politik.
"Bukan podcast aja, tapi kawal kasusnya sampai selesai. Justru kita malah dapat laporan polisi, dapat amplop coklat, intimidasi. Terus beberapa orang penting justru take down konten kita dengan ditakut-takuti,” kata Uya Kuya yang turut hadir dalam acara Mata Najwa pada Selasa, 16 Januari 2024.
Atas pengalaman buruk lantaran merasakan ketidakadilan dalam hukum dan persetujuan istri, ia pun terjun ke dunia politik.
Sebelumnya, Uya Kuya mengaku kalau untuk hidup damai dan enak, maka menjadi seorang artis saja sudah baik, bahkan memiliki penghasilan yang lumayan banyak.
"Dia bilang, 'walau lu sarjana politik UI pun lu harus masuk politik'. Tapi saya bilang, 'udah enakan jadi artis aja'," ujar Uya Kuya kepada istrinya saat itu.
Beberapa tekanan diterima Uya Kuya karena podcast yang ia buat, bahkan dirinya mengaku pernah berurusan dengan pihak berwajib.
Atas hal itulah, sang istri menyarankan untuk dapat masuk dalam sistem, agar ke depannya sistem hukum di Indonesia dapat lebih baik lagi.
"Tiba-tiba 2022 pas kita dapat banyak tekanan itu, 'lu kayaknya harus masuk ke dalam sistem karena nih segini bobroknya sistem hukum kita. Anak cucu kita kasihan jadi korban'," jelas Uya Kuya.***