News

Ramai Isu Pemakzulan Jokowi, Luhut Sayangkan Pejabat yang Ikut Cawe-cawe: Keributan Politik yang Tidak Perlu!

Oleh: Dyah Arum Ratri Kamis 18 Jan 2024, 18:00 WIB
Ramai Isu Pemakzulan Jokowi, Luhut Sayangkan Pejabat yang Ikut Cawe-cawe: Keributan Politik yang Tidak Perlu!

AYOJAKARTA.COM – Sederet tokoh penting pemerintahan turut memberikan tanggapan soal isu pemakzulan terhadap Presiden Jokowi yang belakangan terus menggema.

Pemakzulan sendiri bisa diartikan sebagai cara menurunkan dari tahta, memberhentikan dari jabatan, atau juga meletakkan jabatan itu sendiri.

Isu soal pemakzulan terhadap Presiden Jokowi sendiri mencuat usai sejumlah tokoh yang mengatasnamakan diri sebagai Petisi 100 menyuarakan soal dugaan adanya kecurangan di Pemilu 2024.

Baca Juga: Jimly Assiddqie Nilai Isu Pemakzulan Jokowi Hanya Mengalihkan Perhatian

Tak hanya itu, kabar soal pemakzulan terhadap Presiden Jokowi semakin heboh tatkala Menkopolhukam sekaligus cawapres nomor urut 3, Mahfud MD disebut turut andil dalam pemakzulan tersebut.

Dimana, Mahfud MD disebut-sebut justru memfasilitasi upaya pemakzulan terhadap Presiden Jokowi.

Sementara itu, Luhut Pandjaitan menuturkan jika dirinya turut menyayangkan soal kabar pemakzulan presiden yang belakangan ramai diperbincangkan.

Bahkan dalam tanggapannya, Luhut Pandjaitan mengaku sangat sedih mendengar soal isu yang kembali menerpa Jokowi itu.

Baca Juga: 7 Kota dengan Biaya Hidup Termahal di Indonesia, Jakarta Berhasil Menduduki Posisi Pertama

“Apa sih yang mau dimakzulkan? Itu nggak ngerti saya, terus terang sedih juga,” ujar Luhut dilansir oleh Tiktok @koma.id pada Kamis (18/1/24).

Menteri Koordinator Bidang kemaritiman dan Investasi Indonesia tersebut juga sangat menyayangkan adanya pejabat negara yang ikut cawe-cawe ­dalam isu pemakzulan terhadap Jokowi.

“Kok sampai begitu ramai kita ngomong,” kata Luhut.

“Dan ada juga pejabat negara yang ikut-ikut pula berkomentar mengenai pemakzulan, itu nggak bener, apa sih,” lanjutnya dengan nada kecewa.

Selain itu, Luhut Pandjaitan juga menegaskan bahwa peluang terkait upaya pemakzulan tersebut dapat dilakukan sangat minim.

“Kalaupun dilakukan pemakzulan sekarang, apa iya prosesnya bisa dilakukan?” ujar Luhut.

Baca Juga: Mahfud MD Tak Ambil Pusing Instagram Pribadinya Sempat Diretas: Itu Biasa Orang Nakal Begitu

Pasalnya, menurut Luhut Pandjaitan sendiri dalam upaya pemakzulan sangatlah rumit dan faktor pendukungnya juga harus banyak.

“Kan nggak bisa, faktornya kan banyak sekali,” beber Luhut.

Oleh sebab itu, Luhut Pandjaitan menegaskan jika semua pihak tidak perlu membuat keributan politik melalui isu pemakzulan tersebut.

“Jadi ngapain kita bikin keributan politik yang nggak perlu menurut saya,” tegas Luhut.

Lebih lanjut Luhut menghimbau, “Jadi sudahlah sekarang tinggal nunggu tanggal 14 Februari nanti Pilpres, ya sudah kita tunggu saja coblos saja sesuai hati Nurani kita masing-masing.”

Reporter Dyah Arum Ratri
Editor Hengky Sulaksono