News

Soal Pemakzulan Jokowi, Politikus PSI Sebut Itu Perbuatan Biadab dan Anti Demokrasi

Oleh: Cindra May Ningrum Kamis 18 Jan 2024, 06:11 WIB
Politisi PSI, Dedek Prayudi

AYOJAKARTA.COM - Baru-baru ini, terdengar kabar isu pemakzulan Presiden Joko Widodo.

Hingga detik ini, berbagai kalangan angkat bicara soal isu pemakzulan Jokowi yang secara tiba-tiba.

Salah satunya yaitu politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dedek Prayudi.

Dalam tayangan YouTube Cokro TV, Dedek Prayudi atau sering disapa Uki mengatakan bahwa pemakzulan tentu adalah melengserkan jabatan Presiden Jokowi.

"Pemakzulan di sini berarti ingin melengserkan Pak Joko Widodo dari jabatan konstitusionalnya sebagai Presiden Republik Indonesia," kata Dedek Prayudi.

Baca Juga: Skor yang Diberikan Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo Dianggap Tak Pantas, Dudung Abdurachman Beri Nilai Prabowo Subianto 99,9

Ia kemudian mengungkapkan pendapatnya, bahwa pemakzulan adalah perbuatan biadab dan anti demokrasi.

"Teman-temen menurut saya ya, memunculkan wacana atau isu ini adalah perbuatan biadab dan anti demokrasi," ungkapnya.

Uki lantas menjelaskan mengapa ia bilang hal itu adalah perbuatan biadab.

"Kenapa saya bilang biadab? Begini, saya meyakini bahwa pemakzulan Presiden Jokowi ini erat kaitannya dengan Pilpres. Kita sama-sama tahulah terjadi kerenggangan antara paslon tertentu dengan Presiden Jokowi," jelasnya.

Baca Juga: Usai Pensiun, Dudung Abdurachman Pilih Karier Lain daripada Terjun ke Dunia Politik

Menurutnya, Presiden Jokowi dengan partainya sendiri terus diserang karena kerenggangan yang saat ini terbuka di mata publik.

"Kerenggangan yang telah lama mengejutkan jagad politik nasional, yaitu antara Pak Jokowi dengan partainya sendiri, berikut dengan capres yang diusung partai tersebut," terang Uki.

Dedek Prayudi mengatakan bahwa serangan tersebut justru berbalik ke elektabilitas paslon.

"Presiden Jokowi yang sering diserang secara membabi buta nggak pernah merespons serangan yang mengarah kepada serangan pribadi apalagi menyerang balik. Serangan, cacian bahkan fitnah kepada Pak Jokowi justru berbalik kepada elektabilitas paslon yang saya maksud tadi," kata Uki.

Baca Juga: Santer Pemakzulan Presiden Jokowi, Jusuf Kalla Ikut Buka Suara: Itu Masalah Hukum, Saya Kira...

Padahal, tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Presiden Jokowi ada di tingkat 75-80 persen jika merujuk berbagai survei yang kredibel.

Ia lantas menyinggung elektabilitas paslon capres yang terus merosot dan kemudian melakukan isu pemakzulan.

"Alhasil, elektabilitas si paslon melorot dan terus merosot," ujarnya.

"Jadi, karena kerja elektoral udah nggak ngangkat, pakai cara biadab. Pak Jokowi itu kan Presiden Republik Indonesia yang sah secara konstitusi yang sudah banyak kebijakannya berdampak, yang kerja-kerjanya sudah mengangkat nama baik Indonesia di luar negeri, yang nyalinya udah bikin banyak negara maju ketar-ketir," imbuh Dedek Prayudi.***

Reporter Cindra May Ningrum
Editor Fathul Amanah