AYOJAKARTA.COM – Pendafataran Beasiswa LPDP masih berlanjut dan berlangsung dalam dua tahap, tahap 1 di bulan Januari dan tahap 2 di bulan Juni nantinya.
Dalam pendaftaran Beasiswa LPDP tentunya banyak sekali saingan atau pendaftar, sehingga untuk dapat lolos LPDP sangat susah.
Namun, sebenarnya untuk dapat lolos Beasiswa LPDP ini sangatlah mudah, asalkan kamu mengetahui hal apa saja kesalahan yang sering dilakukan oleh banyak pendaftar.
Oleh karena itu, berikut ini adalah 7 kesalahan yang sering dilakukan oleh pendaftar Beasiswa LPDP dikutip dari kanal YouTube Celline Wijaya, Kamis, 18 Januari 2024.
Baca Juga: Beasiswa LPDP: Tak Perlu Pakai LoA, Ini 4 Dokumen yang Harus Disiapkan saat Pendaftaran, Apa Saja?
Memilih universitas yang tidak ada di daftar LPDP
Perlu diketahui bahwa Beasiswa LPDP memiliki daftar universitas nya tersendiri, jadi tidak asal memilih kampus mana yang ingin didaftar.
Di samping itu, kampus yang terdaftar pada Beasiswa LPDP pun juga berbeda-beda, tergantung jalur Beasiswa LPDP yang mana yang kamu pilih.
Dan bagi kamu yang ingin mencari daftar kampus yang dapat mendaftar Beasiswa LPDP maka dapat dilihat secara jelas di website resmi LPDP.
Tidak mengetahui prioritas negara
Kesalahan selanjutnya yakni banyak para pendaftar yang tidak mengetahui prioritas negara Indonesia. Diketahui bahwa Beasiswa LPDP merupakan salah satu program pemerintah, dan tentu ini tidak jauh dari kepentingan pemerintah.
Sebagai contoh setelah COVID beberapa waktu lalu, di bidang pemerintah banyak menginginkan tenaga kesehatan, maka bagi yang ingin mengambil jurusan kesehatan maka akan diprioritaskan.
Tidak membaca peraturan terbaru
Kemudian yakni tidak membaca peraturan terbaru, dan ini sering sekali pendaftar LPDP yang gugur karena biasanya pihak LPDP sering mengubah-ubah peraturan setiap tahunnya.
Maka bagi para pendaftar LPDP yang ingin mendaftar tahun ini, maka disarankan untuk dapat membaca seluruh aturan terbaru yang telah diterbitkan oleh pihak LPDP.
Baca Juga: Program Beasiswa LPDP Tahap I Tahun 2024 Sudah Dibuka, Simak Cara Daftarnya di Sini!
Menulis esai pakai bahasa yang tidak dikuasai
Kesalahan ini sering juga dialami oleh pendaftar LPDP, sehingga bisa akibatkan tidak lulus Beasiswa LPDP. Jika kamu ingin mendaftarkan Beasiswa LPDP ke luar negeri, namun menulis esai dengan menggunakan bahasa Indonesia, itu adalah hal yang diperbolehkan.
Namun, jika kamu memaksa dengan menggunakan bahasa Inggris, bisa saja hal ini tidak dapat lulus, karena bahasa yang digunakan tidak dapat dikuasai semua orang maupun bahasanya hancur.
Baca Juga: 4 Langkah Persiapan Awal Beasiswa LPDP yang Wajib Kamu Ketahui Sebelum Mendaftar
Memilih topik atau isu yang tidak relevan saat ini
Selanjutnya adalah memilih topik atau isu yang tidak relevan dengan yang saat ini Indonesia inginkan. Seperti contoh Indonesia baru saja mengadakan G20 yang diadakan di Bali.
Nah, ini tentu bisa menjadi satu hal yang baik dalam menulis topik, apa saja hal yang dibahas di G20 yang mana ini merupakan rencana Indonesia ke depannya.
Baca Juga: Beasiswa LPDP 2024 Dibuka! Ini Kebijakan yang Harus Kamu Ketahui, Apa Saja?
Terlalu bragging atau overconfident
Selanjutnya yaitu terlalu overconfident atau bahasa lainnya memiliki pengetahuan atau kemampuan terlalu tinggi, atau bahasa lainnya banyak 'sok tau'.
Ini biasanya sering terjadi di saat wawancara, yang mana orang yang mewawancarai tersebut adalah orang yang akademisi, sehingga confident memang disarankan, tapi tidak terlalu over atau tidak terlalu bragging.
Terlalu minder
Terakhir adalah terlalu minder, nah terlalu minder juga merupakan suatu kesalahan, jadi kamu harus imbang, antara minder dan convident, jadi lebih ke humble saja dalam melakukan wawancara.
Perlu diketahui bahwa memiliki sikap minder merupakan suatu permasalahan yang terbesar didalam hidup, sehingga banyak hal tidak dapat dilakukan karena memiliki sikap minder.***