News

Pendukung Paslon 01 Kembali Pasang Videotron secara Swadaya, Anies Baswedan: Keinginan Perubahan itu Kuat

Oleh: Riky Iskandar Rabu 17 Jan 2024, 19:31 WIB
Anies Baswedan terharu dengan pemasangan videotron yang sempat diturunkan

AYOJAKARTA.COM -- Setelah videotron capres Anies Baswedan diturunkan, pendukung Paslon 01 tetap semangat memasang video baru di Surabaya.

Anies Baswedan mengaku terharu atas dukungan swadaya dari pendukungnya ini. Ia menilai hal tersebut sebagai bentuk kepercayaan publik terhadap pasangan AMIN.

Akun allpy Project dan Anis Bubbles, bekerja sama kembali memasang videotron di depan hotel di Surabaya. Aksi ini disambut baik oleh pengikut mereka, menciptakan tagar Pahit Manis Anies yang penuh dukungan.

Baca Juga: Komentar Pedas Anies Baswedan Soal Videotron Dukungan Humanies Dihentikan: Tidak Siap demokrasi

Anies Baswedan mengungkapkan kekagumannya, ia mengaku terharu dengan gerakan yang dilakukan para pendukungnya.

"Terharu karena teman-teman bekerja secara swadaya, swakarya, swadana. Ini menunjukkan keinginan perubahan yang kuat dan dikerjakan bersama-sama secara mandiri," kata Anies Baswedan dikutip dari Youtube Metro TV pada Rabu (16/1/2024).

Dengan begitu, lanjut Anies dengan adanya pemasangan videotron baru itu menunjukan sebuah kepercayaan dan menunjukan bahwa perubahan itu sangat kuat.

"Bagi kami ini adalah sebuah kepercayaan sekaligus juga menunjukan pesan pada semua, bahwa keinginan perubahan itu kuat dan ini dikerjakan secara bersama sama secara mandiri semua," ujarnya.

Baca Juga: Videotron Anies Baswedan Diturunkan Baru Sehari Dipasang: Sebuah Tantangan Demokrasi

Sementara, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla, mengomentari penurunan videotron Anies tersebut.

Ia pun menyarankan untuk melaporkan hal tersebut ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) karena adanya aturan yang melarang saling mengganggu dengan syarat izin yang diperlukan.

"Kalau itu kan ada aturannya jadi nanti lapor ke Bawaslu aja karena aturannya tidak boleh saling mengganggu kan ya, selama ada izinnya ya gak boleh, pelanggaran namanya," ucapnya.

Reporter Riky Iskandar
Editor Eneng Reni Nuraisyah Jamil