News

Fahri Hamzah Nilai Koalisi Anies-Ganjar Berakar dari Kekecewaan

Oleh: Riky Iskandar Rabu 17 Jan 2024, 14:59 WIB
Fahri Hamzah (instagram @fahrihamzah)

AYOJAKARTA.COM -- Juru bicara TKN Prabowo-Gibran, Fahri Hamzah, memberikan tanggapan terhadap isu bergabungnya koalisi Calon Presiden (Capres) Anies-Ganjar.

Menurutnya, bersatunya Anies-Ganjar keluar dari kekecewaan dan kemarahan, meskipun konsep dan agenda nasional tidak selaras.

Fahri Hamzah menilai bahwa koalisi tersebut tidak bisa disatukan, karena sumbernya berasal dari kemarahan dan kekecewaan ekstrem dalam konfigurasi pemilih.

Baca Juga: Netralitas Jokowi Kian Diragukan, Partai Pengusung Ganjar Pranowo-Mahfud MD dan Koalisi Perubahan Ungkap Ini

"Rupanya mereka kan enggak mau kalah, sehingga mereka mengabaikan fakta bahwa pada dasarnya mereka enggak bisa disatukan," kata Fahri Hamzah dikutip dari Kompas TV pada Rabu (16/1/2024).

Hal itu juga, kata Fahri Hamzah karena disebabkan karena sumbernya bukan satu konsep dan agenda nasional atau kepentingan bangsa.

"Dasarnya hanya karena muncul karena adanya kemarahan-kemarahan dan kekecewaan kepingan ekstrem dalam konfigurasi pemilih itu memang di sebelah kanan nomor satu dan di sebelah kiri nomor tiga," terangnya.

Ia juga menyoroti bahwa dalam desain rekonsiliasi Prabowo dan Jokowi, upaya menghilangkan kutub ekstrem telah diterima oleh rakyat.

Baca Juga: Respons Cuitan Fahri Hamzah Soal Siapa Paslon yang Akan Jadi Tersangka, Ganjar Pranowo: Kami Tidak Takut pada Tekanan!

"Alhamdulillah ikhtiar kita untuk menghilangkan kutub ekstrem itu rupanya diterima oleh rakyat yang terbukti dengan kecenderungan rakyat untuk memilih pasangan nomor 02 sebagai pasangan yang menghilangkan kutub-kutub ekstrem di dalam pemerintahan kita," ujarnya.

Dengan demikian, ia mengajak semua pihak untuk bersatu dalam mendukung pasangan nomor dua dan menyelesaikan Pemilu dengan damai.

"Kita sudah punya presiden yang secara aklamasi dipilih oleh rakyat sehingga transisi kepemimpinan akan berjalan dengan damai dengan biaya murah, ongkos sosial yang murah dan tidak akan ada ketegangan lagi. Setelah ini kita satukan bangsa kita menuju Indonesia emas 2045," tandasnya.

Reporter Riky Iskandar
Editor Hengky Sulaksono