AYOJAKARTA.COM -- Ketua DPP, PDI-P Puan Maharani buka suara soal rencana koalisi kubu paslon Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dan kudu paslon Ganjar Pranowo-Mahfud MD.
Puan Maharani mengaku bahwa sudah ada obrolan formal dan informal mengenai koalisi kubu Anies-Ganjar.
"(Sudah jalin komunikasi) informal dan formal" kata Puan dikutip dari YouTube Kompas TV, Selasa (16/1/2024).
Baca Juga: Tanggapi Isu Koalisi Kubu Anies dan Ganjar, Puan Maharani: Bangun Bangsa Tidak Sendirian
Kendati demikian, keputusan mengenai koalisi kubu Anies-Ganjar akan dipikirkan pada 14 Februari 2024, yakni hari Pemilu atau Pilpres 2024.
Menurut Puan, membangun bangsa harus dilakukan secara bersama-sama, tidak mungkin sendirian.
"Kami lakukan bagaimana nantinya setelah 14 Februari itu, membangun bangsa itu harus bersama-sama, tidak mungkin sendirian," ucap Puan.
Puan Maharani juga menyampaikan agar memilih pemimpin yang menjadi pilihan rakyat, agar rakyat sendirilah yang menjadi juaranya.
Baca Juga: PDIP Blak-blakan Soal Rencana Koalisi Anies-Ganjar, Sebut Ada Kesamaan Soal Hal Ini
"Pilih pemimpin yang memang bisa (menjadi) pilihan rakyat, sehingga rakyatnya yang akan menjadi juaranya," kata Puan.
Wacana mengenai koalisi kubu Anies-Ganjat menyeruak ke publik setelah banyaknya spekulasi yang menyebutkan bahwa Pilpres 2024 akan berlangsung dua putaran.
Akhir-akhir ini kedua pasangan tersebut terlihata mesra yang memperkuat wacana koalis akan terjadi.
Isu-isu akan terjadinya koalisi Anies-Ganjar makin ramai setelah beberapa Hasil survei tidak ada yang menunjukkan salah satu paslon mendominasi di atas 50 persen pemilih.
Baca Juga: Ditanya Soal Peluang Koalisi Ganjar Pranowo-Anies Baswedan, Cak Imin: Belum Ada Niatan Berkoalisi
Di beberapa badan survei kenamaan, pasangan Prabowo-Gibran selalu mengungguli paslon-paslon pesaingnya.
Namun, apabila partai-partai pengusung Anies-Cak Imin dan Ganjar-Mahfud MD, suara yang dihasilkan dapat mencapai 71 persen.
Meski demikian, hasil survei belum tentu akan memiliki hasil yang sama saat penghitungan suara pada Pilpres 2024.
Segala aspek seperti janji-janji saat kampanye dan debat capres atau cawapres masih akan mempengaruhi suara sebelum pemungutan suara Pilpres 2024 dilaksanakan.***