News

Dianggap Kader PDIP, Ternyata Ini Penyebab Connie Rahakundini Bakrie Jadi Sosok yang Agak-Agak...

Oleh: Karseno AJ Selasa 16 Jan 2024, 10:15 WIB
Menjadi salah satu peneliti di bidang atom yang diprakarsai Presiden Soekarno, menjadikan Connie Rahakundini Bakrie memiliki kedekatan khusus dengan Megawati.

AYOJAKARTA.COM – Performa para capres dalam ajang debat pilpres pada 7 Januari 2024 lalu masih meninggalkan pertanyaan di benak Connie Rahakundini Bakrie.

Mengangkat tema pertahanan, Connie Rahakundini Bakrie menyayangkan performa dari capres nomor urut dua Prabowo Subianto.

Connie Rahakundini Bakrie menilai Prabowo Subianto sejak awal diyakini akan menjadi tokoh paling kompeten karena tema yang diangkat sangat dekat dengan kesehariannya.

Sayangnya karisma Prabowo, menurut Connie mendadak hilang ketika di awal debat mendapat serangan dari capres Anies Baswedan.

Baca Juga: Konstelasi Politik Jelang Pilpres 2024 Memanas, Dampak Hubungan Joko Widodo dengan PDIP?

Pertanyaan-pertanyaan beraroma kritis yang dilontarkan Anies Baswedan di segmen awal, menurut Connie langsung membuat kemampuan Prabowo terkikis.

Menjelang debat capres, Connie yang juga dikenal sebagai analis pengamat militer mengaku telah cukup banyak berdiskusi dengan capres nomor urut 02 dan 03.

“Semua itu buyar di awal, saya lihat Beliau itu sangat menahan emosi, takutnya dia kolaps karena sudah bergetar,” ungkapnya dalam siniar bersama Mardigu Wowiek.

Terkait dekatnya hubungan dengan Prabowo serta Megawati, menurut Connie hal tersebut lebih karena faktor akademik.

Menjadi pengamat di bidang militer, menurut Connie sangat perlu menjalin komunikasi dengan Menteri Pertahanan.

Baca Juga: Ganjar Minta Isu Wadas Dibawa di Debat Pilpres Keempat, Sekjen PDIP Yakin Tidak Akan Blunder

Sementara kedekatannya dengan Megawati, menurut Connie lebih dikarenakan faktor historis yang terjalin sejak kecil.

Lahir dari keluarga peneliti di bidang nuklir dan radioaktif, Connie mengaku memiliki hubungan yang cukup dekat dengan keluarga Soekarno.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Connie sewaktu menjadi narasumber di siniar bersama Gita Wirjawan.

Menurut wanita kelahiran 3 November 1964, bangsa Indonesia sudah sepantasnya mengembangkan nuklir sebagaimana sempat dilakukan ayahnya.

Semasa kecil, di samping selalu merasa senang ketika diajak ke lapangan terbang Nurtanio di Bandung, Connie juga banyak bermain layang-layang.

Baca Juga: Habiburokhman Jubir TKN Prabowo-Gibran Pergi saat Masinton PDIP Bahas Pelanggaran Etika di MK, Kenapa?

Salah satu peristiwa paling berkesan semasa kecil, adalah ketika Connie menjadikan area reaktor atom Triga Mark, Bandung sebagai tempat bermain.

“Itu kaya sumur hijau turquoise, ada pagar di pinggirnya, aku lari-lari di sana, ketika semua orang takut kena radioaktif nuklir, aku hasil radioaktif, jadi agak-agak,” seloroh Connie.

Salah satu kenangan terindah yang tersimpan di ingatan Connie tentang ayahnya yang merupakan kerabat Soekarno adalah kecerdasannya.

Menjadi salah satu peneliti di bidang atom yang diprakarsai Presiden Soekarno, menjadikan Connie memiliki kedekatan khusus dengan Megawati.

Karena itu meski tidak pernah menjadi kader atau masuk di dalam struktur kepengurusan PDIP, hubungannya dengan keluarga Soekarno terbilang sangat dekat.***

 
Reporter Karseno AJ
Editor Tedi Rukmana