News

Bukan Indonesia! Mahfud MD Tegaskan Ada Pihak yang Bertanggung Jawab Penuh Biaya Pengungsi Rohingya, Siapa?

Oleh: Dyah Arum Ratri Minggu 14 Jan 2024, 17:21 WIB
Mahfud MD

AYOJAKARTA.COM – Kedatangan para pengungsi Rohingya, terus menjadi polemik serta menimbulkan protes dari masyarakat.

Belum lagi hampir seluruh masyarakat Indonesia protes lantaran pemerintah dianggap mengeluarkan dana untuk menangani para pengungsi tersebut.

Padahal masyarakat Indonesia sendiri masih banyak yang mengalami kondisi permasalahan ekonomi namun tidak mendapat perhatian dari masyarakat.

Baca Juga: Ahli Digital Yakin 1 Milyar Persen Jessica Wongso Tak Bersalah, Sebut Ada 2 Oknum Edit Bukti CCTV, Siapa?

Menanggapi keluh kesah serta protes masyarakat terhadap pengungsi Rohingya tersebut, cawapres nomor urut 3 Mahfud MD akhirnya buka suara.

Penjelasan soal pengungsi Rohingya yang ditampung Indonesia tersebut disampaikan Mahfud MD saat dirinya hadir dalam podcast YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo pada Senin (8/1/24).

Sebagai Menkopolhukam, Mahfud MD mengakui jika dirinya turut menangani para pengungsi Rohingya tersebut.

“Saya masih yang menangani sampai sini,” terang Mahfud MD.

Mahfud MD juga menegaskan soal anggaran yang digunakan pemerintah untuk menangani para pengungsi Rohingya selama ini agar masyarakat tidak salah kaprah.

Dimana ternyata selama ini pemerintah Indonesia sama sekali tidak mengeluarkan biaya untuk menampung para pengungsi tersebut.

Baca Juga: dr. Gatot Susilo Lawrence Ungkap Fakta Baru Kematian Mirna: Bukti Menunjukkan Tidak Ada Sianida

“Tetapi melalui Mas Denny saya ingin sampaikan ke masyarakat bahwa biaya untuk mereka makan itu ditanggung oleh PBB, bukan kita yang nyediakan, kita di APBN nggak ada di APBD juga nggak ada, itu PBB tinggal klaim aja,” jelas Mahfud MD.

Lantas saat ditanya bagaimana status hukum bagi para pengungsi Rohingya ini nantinya, apakah diterima atau diusir begitu saja, Mahfud menuturkan demikian.

“Ndak, kalau kita lebih cenderung untuk tidak menerima karena juga kan meskipun tidak menjadi beban ekonomi, menjadi beban sosial juga,” tegas Mahfud MD.

“Karena diantara mereka yang bertahun-tahun ini ya tidak punya status kewarganegaraan , terkadang juga mengganggu masyarakat sekitar, mencuri ya kan, memperkosa, banyak tuh, walaupun tidak semua,” lanjut Mahfud.

Namun ada hal lain yang kemudian dijadikan dasar mengapa untuk sementara pemerintah Indonesia berkenan menampung para pengungsi Rohingya tersebut, yaitu diplomasi kemanusiaan.

“Makanya menjadi beban itu, cuma setiap kita rapat itu, udahlah kita tegasi lalu bagaimana ya orang ndak punya tujuan lalu mau dibiarkan dilempar ke laut gitu aja kan tidak sampai hati kan,” jelas Mahfud MD.

Baca Juga: 10 Kota dengan Biaya Hidup Termahal di Indonesia, Ada yang Hampir Rp15 Juta Per Bulan, Tertarik Tinggal?

Bahkan mantan wakil presiden Jusuf Kalla juga sempat menawarkan bantuan untuk menampung para pengungsi tersebut.

“Nah yang terakhir ini sampai Pak Jusuf Kalla usul, udahlah kalau pemerintah atau masyarakat lokal nolak, juga saya yang nanggung , gedung Palang Merah Indonesia sudah tempati kami yang jaga, kami yang anu seluruhnya,” beber Mahfud MD.

Namun sekali lagi terkait biaya operasional untuk menangani para pengungsi tersebut, Mahfud MD menegaskan jika sudah ada pihak yang bertanggung jawab dan bukan Indonesia yang mengeluarkan biaya.

“Saya katakan bukan soal nanggung menanggung karena kita pun nggak perlu nanggung biaya itu tinggal klaim aja ke UNHCR,” tegas Mahfud MD.

“Sementara aparat kita yang jaga digaji menurut yang rutin aja yang dari kita sendiri ya memang punya gaji nggak ada gaji khusus, nggak ada ini khusus,” lanjutnya.

Rencana selanjutnya Mahfud MD menginformasikan jika nantinya para pengungsi Rohingya ini akan dikirim ke negara-negara yang memang tergabung dalam konvensi PBB yakni negara yang tidak boleh menolak pengungsi yang meminta suaka.***

Reporter Dyah Arum Ratri
Editor Jinan Vania Barizky