AYOJAKARTA.COM - Pecahnya pipa Pertamina Adera di Benuang, Talang Ubi membuat Wakil Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Soemarjono buka suara.
Soemarjono meminta pihak Pertamina secepatnya mencari penyebab pecahnya pipa minyak yang lokasinya dekat pemukiman warga di Desa Benuang, Talang Ubi, PALI.
"Kami minta secepatnya pihak Pertamina menyelesaikan permasalahan ini," tegas Soemarjono dikutip ayojakarta.com dari publika.id, Sabtu (13/1/2024).
Tak hanya itu, Wabup juga meminta pihak Pertamina menginventarisir kerugian masyarakat.
Baca Juga: Terkait Ledakan Pipa Minyak Campur Gas di Benuang, DPRD PALI Bakal Panggil Pihak Pertamina
Ia menekankan bahwa Pertamina harus bertanggung jawab dan menyelesaikan permasalahan ini sesuai aturan.
"Kalau memang itu akibat korosi, Pertamina harus bertanggung jawab dan selesaikan sesuai aturan yang ada," tambahnya.
Selain mendata kerugian warga, Pertamina juga diminta menginventarisir aset yang telah keropos atau berusia tua sehingga hal yang sama tak akan terulang.
"Kalau memang itu karena korosi, silahkan inventarisir aset terutama land pipa yang usianya telah tua. Pertamina kan ada datanya. Silakan cek secara berkala atau lakukan perawatan sehingga tidak terjadi kebocoran," pinta Soemarjono.
Baca Juga: Puluhan Warga di PALI Mengungsi, Imbas Ledakan Pipa Minyak Campur Gas Milik Pertamina Adera
Dalam waktu dekat, wabup juga berencana meninjau kondisi warga yang terdampak pecahnya pipa Pertamina Adera tersebut.
"Kami akan segera ke lapangan untuk meninjau kondisi warga yang terdampak," lanjutnya.
Wabup mengimbau masyarakat tidak mendekat lokasi apalagi menghidupkan api hingga proses pembersihan limbah minyak selesai.
Baca Juga: Alvin Lim Minta Mahfud MD Ikut Tangani Korban Kasus Wanaartha Hingga Singgung Hati Nurani
Hal ini demi keamanan bersama dan agar tak memicu adanya kebakaran di lokasi tersebut.
"Limbah minyak yang keluar dari pipa yang pecah sangat berpotensi memantik kebakaran. Jadi jangan mendekati lokasi itu. Untuk pihak Pertamina juga harus melakukan penjaga jangan sampai kejadian itu bertambah besar," katanya.
Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten PALI juga diminta turun ke lapangan untuk mengecek dampak lingkungan apa saja yang terjadi dari peristiwa tersebut.
"Meski besok hari libur, kami minta Dinas Lingkungan Hidup untuk turun ke lapangan karena ada limbah minyak mentah yang masuk ke sumur warga yang dikhawatirkan mencemari lingkungan sekitar," pungkasnya.***