AYOJAKARTA.COM - TKN Prabowo-Gibran, Ali Lubis menyampaikan keprihatinan mengenai masukan dari masyarakat terkait dugaan adanya kegiatan atau gerakan yang mungkin bertujuan menggagalkan Pemilu 2024 yang disampaikan dalam konferensi pers, pada Jumat, 12 Januari 2024.
Ali Lubis menyampaikan bahwa pihaknya mendapat masukan dari masyarakat terkait rencana atau potensi penggagalan Pemilu 2024.
Menurut Ali Lubis, dilakukan dengan beberapa langkah, di antaranya penyebaran koran gelap yang sangat masif di berbagai kota besar, yang berisi fitnah terhadap salah satu kandidat.
"Kami mendapat masukan dari masyarakat yang mendeteksi adanya rencana atau potensi untuk menggagalkan pemilu 2024. Rencana penggagalan itu dilakukan setidaknya dengan beberapa langkah berikut, yang pertama adalah penyebaran koran gelap yang sangat masif di berbagai kota besar yang isinya adalah fitnah." Ucap Ali Lubis salah satu anggota TKN Prabowo-Gibran, dikutip Ayojakarta.com dari Youtube Kompas TV, pada Jumat, 12 Januari 2024.
TKN Prabowo-Gibran juga mengatakan tentang fitnah yang terkandung dalam koran gelap tersebut, termasuk fitnah terhadap seorang aktivis pada tahun 98 dan tuduhan terhadap Pak Prabowo yang dianggap sebagai penculik.
"Ya sudah ya isinya confirm fitnah. Misalnya ini soal inilah penculik aktivis 98 ya inilah korbannya ini gambar Pak Prabowo teman-an foto pak Prabowo difitnah sebagai penculik Padahal kalau kita bicara soal penculikan Ya tunduhan kepada Pak Prabowo ada setidaknya empat fakta hukum yang jelas-jelas menguatkan bahwa Pak Prabowo tidak ada kaitan sama sekali dengan penculikan aktivis 98." Lanjutnya.
Ia juga menegaskan bahwa sejumlah narasi yang beredar di masyarakat dapat memicu ketegangan menjelang Pemilu.
Hasutan kepada mahasiswa untuk turun ke jalan, pembangunan narasi pelanggaran HAM, dan mencoba membenturkan antara Prajurit TNI, anggota Polri dengan masyarakat sipil, menjadi fokus pembahasan.
"Yang kedua yang disampaikan masyarakat kepada kami dicurigai sebagai gerakan untuk menggagalkan pemilu adalah adanya hasutan kepada mahasiswa untuk turun ke jalan ya untuk melakukan demonstrasi menentang politik dinasti dan membangun narasi soal pelanggaran HAM." Tegasnya.
TKN Prabowo-Gibran juga menyoroti isu terkait seruan untuk menangkap pelaku pelanggar HAM yang dianggap dapat memicu konflik dan kegagalan dalam menciptakan kondisi yang kondusif menjelang Pemilu.
"Ya juga terkait misalnya seruan untuk menangkap pelaku pelanggar HAM memang itu normatif dan Pak Prabowo bukan pelanggar HAM, tetapi narasinya ya bisa dibelokkan dan kemungkinan besar dibelokkan untuk memfitnah salah satu atau pihak-pihak yang berkontestasi dan ini tentu akan menimbulkan reaksi dari masyarakat yang berpendapat sebaliknya bahwa tidak ada kontestan dalam pemilu ini yang melanggar hak." Ucapnya.
Lalu yang ketiga Lubis mengatakan adanya narasi yang mencoba membenturkan prajurit TNI, anggota Polri dengan masyarakat.
"Ada narasi yang mencoba membenturkan antara prajurit TNI, anggota Polri dengan masyarakat sipil. Hal ini dapat memicu ketegangan dan menyebabkan situasi yang tidak kondusif menjelang Pemilu." Ucap Lubis.
Baca Juga: Tes Ilusi Optik: Uji Imajinasi Kamu, Coba Temukan Tikus pada Gambar Gudang Gandum
Kemudian, Ali Lubis mengatakan juga narasi untuk menunda dan menghentikan bantuan sosial. Ia mengatakan ada tidak adanya pemilu, bantuan sosial memang sudah diprogramkan dan hak masyarakat.
“Bansos ya bantuan sosial ditunda atau dibatalkan, Apa kaitannya dengan pemilu ada atau tidak ada Pemilu ya yang namanya bantuan sosial itu kan memang sudah diprogramkan dan Itu haknya masyarakat” ucapnya.
“Nah kalau memang sampai tertunda apal lagi dibatalkan saya pikir reaksinya akan sangat keras dari masyarakat dan pertaruhannya tentu keberlangsungan pemilu yang kita inginkan secara damai bisa tidak terwujud nah ini ini teman-teman saya garis bawahi ini dugaan tapi tetap perlu kita antisipasi bersama-sama” lanjut Ali Lubis.
Terakhir, TKN Prabowo-Gibran mengajak masyarakat untuk tetap fokus pada kontestasi Pemilu, tanpa menimbulkan perpecahan. Mereka menegaskan bahwa meskipun berbeda pilihan, penting untuk menjaga perdamaian dan memenangkan paslon masing-masing secara adil.
"Kita konsentrasi saja ya memenangkan paslon masing-masing, nanti hasilnya kita serahkan kepada rakyat." Tutupnya.***