News

Mengenal Tiga Kota Tertua di Indonesia: Sejarah Panjang Kediri, Salatiga, dan Palembang

Oleh: Fajar Ari Wibowo Senin 31 Mar 2025, 17:02 WIB
Tiga kota tertua di Indonesia ini juga membawa peradaban dan budaya yang telah berkembang sejak zaman dahulu kala.

AYOJAKARTA.COM -- Sejarah panjang Indonesia tersaji melalui kota-kota yang telah ada sejak berabad-abad silam.

Tiga kota yang kerap disebut sebagai kota tertua di Indonesia ini menyimpan kisah menarik yang jarang diketahui.

Selain itu, tiga kota tertua di Indonesia ini juga membawa peradaban dan budaya yang telah berkembang sejak zaman dahulu kala.

Baca Juga: Daftar Kota Terkaya di Indonesia: Kediri Puncaki, Bontang dan Jakarta Menduduki Peringkat Tinggi

Dilansir Ayojakarta.com dari kanal YouTube Firza Firstian pada Senin (31/3), berikut ini daftar kota tertua di Indonesia yang bisa kalian kenal tentang sejarah panjangnya.

> Kediri: Kota Tertua di Jawa Timur dengan Sejarah Abad Pertengahan

Kota Kediri, yang terletak di Jawa Timur, dikenal sebagai salah satu kota tertua di wilayah tersebut.

Menurut catatan sejarah, Kota Kediri lahir pada tanggal 27 Juli 879 Masehi, menjadikannya salah satu pusat peradaban yang telah berusia ratusan tahun.

Baca Juga: Inilah 12 Kota Metropolitan Terbesar di Dunia, Jakarta Berada Posisi Berapa?

Saat ini, wilayah Kota Kediri terdiri dari 46 kelurahan yang tersebar dalam tiga kecamatan utama, yaitu Kecamatan Mojoroto, Kecamatan Kota Kediri, dan Kecamatan Pesantren.

Keberadaan struktur pemerintahan yang terorganisir sejak lama ini menunjukkan betapa pentingnya peran Kota Kediri dalam sejarah lokal Jawa Timur.

Tak hanya dikenal karena sejarahnya yang kaya, kota ini juga kerap dijadikan rujukan bagi para sejarawan dalam menggali perkembangan kebudayaan dan politik pada masa lampau.

> Salatiga: Warisan Prasasti Plumpungan di Jantung Jawa Tengah

Beranjak ke Jawa Tengah, Kota Salatiga menorehkan sejarah panjang yang terungkap melalui prasasti Plumpungan.

Prasasti tersebut mengungkapkan asal-usul kota yang telah ada sejak abad pertengahan.

Menurut penemuan tersebut, Kota Salatiga merayakan hari jadinya pada tanggal 24 Juli tahun 750 Masehi.

Keberadaan prasasti ini tidak hanya memberikan gambaran mengenai awal mula berdirinya kota.

Akan tetapi juga menunjukkan betapa kuatnya pengaruh kebudayaan dan peradaban yang telah membentuk identitas Salatiga.

Baca Juga: Selamat, 5 Daerah Ini Jadi Kota dan Kabupaten dengan UMK Tertinggi di Jabar Usai Naik 6.5 Persen, Termasuk?

Dengan sejarah yang begitu mendalam, Salatiga kini dikenal sebagai kota yang memadukan pesona sejarah dengan dinamika modern, menjadikannya salah satu destinasi menarik bagi para pencinta sejarah dan budaya.

> Palembang: Pusat Peradaban Sriwijaya yang Legendaris

Tak kalah menarik adalah Palembang, kota yang terkenal dengan kelezatan pempeknya dan merupakan salah satu kota tertua di Indonesia.

Menurut prasasti kedudukan Bukit, Palembang didirikan oleh penguasa Sriwijaya pada tanggal 16 Juli 682 Masehi.

Berdasarkan prasasti tersebut, kota ini berusia setidaknya 1341 tahun, mencatatkan sejarah peradaban yang luar biasa sejak era Sriwijaya, salah satu kerajaan maritim terbesar di Asia Tenggara.

Baca Juga: Kota dan Kabupaten dengan Penduduk Miskin Terbanyak di DKI Jakarta? Ini Statistik Persentase Kemiskinan 2 Tahun Terakhir

Palembang tidak hanya menjadi saksi bisu kejayaan kerajaan kuno, tetapi juga berkembang menjadi pusat perdagangan dan kebudayaan yang mempengaruhi wilayah sekitarnya.

Sejarah panjangnya menjadikan Palembang sebagai kota dengan warisan budaya yang kaya dan keberagaman tradisi, yang masih lestari hingga saat ini.

> Menggali Kekayaan Sejarah untuk Masa Depan yang Lebih Cerah

Ketiga kota tertua di Indonesia ini, meskipun masing-masing memiliki latar belakang sejarah yang unik, memiliki kesamaan dalam hal kontribusi mereka terhadap peradaban bangsa.

Kediri, Salatiga, dan Palembang telah menjadi saksi perjalanan waktu yang panjang, dari era kerajaan hingga masa modern.

Keberadaan mereka tidak hanya penting sebagai peninggalan sejarah, tetapi juga sebagai inspirasi bagi generasi muda untuk terus menggali dan melestarikan warisan budaya.

Pemerintah daerah dan dinas kebudayaan di berbagai wilayah terus berupaya mengoptimalkan potensi sejarah tersebut dengan mengadakan berbagai kegiatan pelestarian dan edukasi.

Baca Juga: 3 Wilayah Penghasil Beras Terbanyak di Jakarta Menurut BPS dalam 3 Tahun Terakhir, Tertinggi Kota Ini!

Festival budaya, pameran sejarah, dan program restorasi situs-situs bersejarah menjadi salah satu cara untuk menghidupkan kembali nilai-nilai dan cerita yang telah terukir sejak ratusan tahun lalu.

Dengan begitu, sejarah tidak hanya menjadi bahan pembelajaran di bangku sekolah, melainkan juga menjadi bagian integral dari identitas masyarakat yang terus berkembang.

Melalui pengakuan terhadap kekayaan sejarah Kota Kediri, Salatiga, dan Palembang, diharapkan masyarakat semakin menghargai perjalanan peradaban Indonesia.

Baca Juga: Kota dengan Jumlah Perceraian Akibat Perselisihan dan Pertengkaran Terus Menerus di DKI Jakarta

Pengetahuan mengenai asal-usul dan perkembangan kota-kota tersebut menjadi modal penting untuk menciptakan masa depan yang lebih baik.

Di mana tradisi dan modernitas dapat berjalan seiring, membawa Indonesia menuju kemajuan yang berlandaskan pada akar sejarah yang kokoh.***

Reporter Fajar Ari Wibowo
Editor Eneng Reni Nuraisyah Jamil