News

Prabowo Tak Mau Bongkar Data, Mahfud MD: Tidak Semua Data Pertahanan Rahasia

Oleh: Nisrina Harum Lestari Selasa 09 Jan 2024, 10:53 WIB
Prabowo Tak Mau Bongkar Data, Mahfud MD: Tidak Semua Data Pertahanan Rahasia

AYOJAKARTA.COM -- Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 3, Mahfud MD menanggapi ajakan Prabowo Subianto untuk membahas data Kementerian Pertahanan.

Sebelumnya dalam debat ketiga Pilpres 2024 yang berlangsung pada Minggu (7/1/2024), Prabowo sempat mengajak dua capres lain untuk membahas data pertahanan.

Mengenai hal tersebut, Mahfud MD mengatakan bahwa seharusnya data disampaikan pada saat debat berlangsung.

Baca Juga: Rocky Gerung Sebut Anies dan Ganjar Sepakat Mengeksploitasi Watak Prabowo di Debat Capres: Pasti Ngamuk Nih...

Ini karena menurut Mahfud MD tidak semua data pertahanan bersifat rahasia sehingga bisa disampaikan pada saat debat.

“Menurut saya debat itu ya datanya dibuka di debat itu, bukan ngajak ngomong berdua. Tidak semua yang ditanyakan itu rahasia,” kata Mahfud dikutip dari kanal YouTube Metro TV, Selasa (9/1/2024).

Mahfud menjelaskan hal-hal yang menjadi rahasia negara sudah tertuang dalam Undang-Undang.

Adapun Mahfud menyebut hal-hal yang menjadi rahasia negara diantaranya strategi pertahanan hingga intelijen.

Baca Juga: Anies Diklaim Sebarkan Berita Bohong Soal Lahan Milik Prabowo, TKN: Benar-benar Disayangkan!

Menurut Mahfud, jika sebatas membuka data anggaran tidak ada masalah karena publik berhak mengetahuinya.

“Rahasia itu ada undang-undangnya yang disebut rahasia negara itu misalnya strategi pertahanan, intelijen, itu rahasia negara. Kalau anggaran itu dibuka ke publik karena itu tanggung jawab ke publik bukan ngajak ngomong berdua bicara data,” jelasnya.

Mahfud menuturkan tidak seharusnya Prabowo mengajak capres lain untuk membahas data di dalam forum yang berbeda.

Ini lantaran masalah anggaran tersebut ditanyakan pada saat debat sehingga harus dijelaskan di dalam forum yang sama.

Baca Juga: Anies Baswedan Soal Prabowo Sebut Tak Pantas Bicara Etik: Bisa Ditanyakan Siapa Saja, Harus Jawab

Menurutnya, jika masalah data dibahas di dalam forum yang berbeda bukanlah debat melainkan berembuk.

“Yang satu sudah bicara data, ini datanya, lalu dia ‘kita nanti ngomong berdua’ enggak boleh dong. Ini debat harus ke publik jelaskan juga itu salahnya data, di sini saya punya gitu. Kalau ngajak ngomong berdua itu namanya rembukan bukan debat,” tutupnya.***

Reporter Nisrina Harum Lestari
Editor Eneng Reni Nuraisyah Jamil