News

Anies Baswedan Soal Prabowo Sebut Tak Pantas Bicara Etik: Bisa Ditanyakan Siapa Saja, Harus Jawab

Oleh: Nisrina Harum Lestari Selasa 09 Jan 2024, 05:17 WIB
Anies Baswedan Soal Prabowo Sebut Tak Pantas Bicara Etik: Bisa Ditanyakan Siapa Saja, Harus Jawab

AYOJAKARTA.COM -- Calon presiden (capres) nomor urut 1, Anies Baswedan, menanggapi pernyataan Prabowo Subianto yang menyebut ia tidak pantas membahas etika.

Anies Baswedan mengatakan pertanyaan terkait pemimpin harus mempunyai standar etika seharusnya dijawab.

Menurut Anies Baswedan, ketika tidak mampu menjawab maka tidak seharusnya menyalahkan penanya.

Baca Juga: Alhamdulillah, Bansos BPNT Tahap 1 Positif Cair Dobel, Benarkah Cair Hari Ini? Cek Jadwal Pencairannya!

“Kalau tidak mampu menjawab dan tidak bisa menjawab jangan menyalahkan penanya. Ya jawab aja pertanyaannya. Sama seperti saya ditanyain teman-teman, masa saya larang medianya buat tanya, jawab saja,” kata Anies dikutip dari kanal YouTube Kompas TV, Selasa (9/1/2024).

Anies menjelaskan justru jawaban dari pertanyaan seputar etika adalah hal yang ditunggu dan diharapkan oleh masyarakat.

Eks Gubernur DKI Jakarta itu menilai seorang pemimpin khususnya di bidang pertahanan harus memiliki standar etika yang tinggi.

“Justru pertanyaan itu adalah pertanyaan yang kita semua harapkan jawabannya. Karena ketika memimpin sebuah negara dan memimpin di bidang pertahanan standar etika itu harus tinggi. Dan tadi malam saya menunjukkan fakta-fakta 5 tahun ini. Ada problem-problem etika di situ,” jelasnya.

Baca Juga: 4 Kota di Indonesia Masuk Daftar Kota Terkaya di Asia Tenggara hingga Dunia

Tidak sampai di situ, Anies pun menyinggung adanya pelanggaran kode etik yang terjadi di Mahkamah Konstitusi.

Bagi Anies, standar etika tidak hanya sekedar dikatakan secara lisan akan tetapi ditunjukkan dengan sikap.

Lebih jauh, Anies menuturkan pertanyaan soal etika bisa ditanyakan oleh siapa saja dan harus dijawab.

“Bahkan saya tanyakan terkait dengan sudah terjadi pelanggaran kode etik di MK yang menghasilkan cawapres yang melewati proses melanggar etik tapi tetap kompromi. Nanti-nanti di perjalanan besok bagaimana?” tuturnya.

“Itulah sebabnya ketika bicara standar etika bukan hanya mengatakan oh iya saya akan menganut standar etika yang tinggi tapi ada kenyataan ini, ada problem-problem disini. Dan itulah yang kami perlu jawabannya dan bukan hanya untuk saya ini kan jawaban untuk seluruh rakyat Indonesia. Pertanyaan itu bisa ditanyakan oleh siapa saja, harus bisa dijawab,” tutupnya.***

Reporter Nisrina Harum Lestari
Editor Eneng Reni Nuraisyah Jamil