News

Sampaikan Visi Misi di Debat Capres Ketiga, Ganjar Pranowo: Kepentingan Nasional Harus Nomor 1!

Oleh: Nadya Donna Putri Senin 08 Jan 2024, 19:14 WIB
Ganjar Pranowo

AYOJAKARTA.COM – Pada Minggu (07/01/2024) malam, Debat Capres Ketiga telah ditayangkan secara langsung di Istora Senayan, Jakarta Pusat.

Pada debat kali ini, Ganjar Pranowo mendapat urutan pertama untuk menyampaikan visi misinya.

Sedangkan Anies Baswedan mendapatkan urutan kedua dan Prabowo Subianto terakhir menyampaikan visi misinya.

Tema Debat Capres Ketiga adalah Pertahanan, Keamanan, Hubungan Internasional, Globalisasi, Geopolitik dan Politik Luar Negeri.

Baca Juga: Disentil Punya Lahan 340 Ribu Hektare, Benarkah Prabowo Subianto Pernah Gadaikan Tanah Demi Jadikan Anies Baswedan Gubernur?

Dikutip AyoJakarta.com dari YouTube METRO TV pada Senin (08/01/2024), Ganjar Pranowo mengatakan politik luar negeri sebagai alat dan kepentingan nasional harus dinomorsatukan.

“Politik luar negeri kita (Indonesia) adalah alat untuk negosiasi terhadap dunia luar, tapi kepentingan nasional harus nomor satu,” ujar Ganjar Pranowo.

Ganjar Pranowo menjelaskan alasannya mengatakan kepentingan nasional harus nomor satu.

Menurutnya, kepentingan nasional betul-betul bisa meredifinisi politik luar negeri bebas aktif mengikuti kondisi terbaru.

“Kenapa itu (kepentingan nasional harus nomor satu) menjadi penting? Karena kita (paslon 3) musti (harus) betul-betul bisa melakukan redifinisi terhadap politik luar negeri yang bebas aktif yang disesuaikan dengan kondisi kekinian,” jelasnya.

Baca Juga: Babe Haikal Bongkar Prabowo Pernah Gadaikan Lahan Demi Bantu Anies Jadi Gubernur DKI Jakarta

Ganjar Pranowo juga mengatakan ia harus memilih, memilah dan memprioritaskan apa yang menjadi kekuatan dan keinginan negara Indonesia.

“Ini penting karena apa? Karena kita (paslon 3) perlu untuk memilih, memilah dan memprioritaskan yang menjadi kekuatan, keinginan dari bangsa dan negara ini (Indonesia),” jelasnya lagi.

Tak lupa, Ganjar Pranowo mengingatkan bahwa Indonesia selalu setia dengan kesepakatan yang diambil untuk mendukung kemerdekaan Palestina.

“Indonesia selalu setia pada kesepakatan yang pernah diambil, dekolonisasi yang dilakukan mendorong, meyakinkan kita semua (paslon 3 dan warga Indonesia) untuk membebaskan seluruh bangsa tanpa boleh mengintervensi satu dengan yang lain, dan inilah komitmen kita (paslon 3) pada kemerdekaan Palestina yang kita (paslon 3 dan warga Indonesia) dukung terus menerus,” pungkasnya.***

Reporter Nadya Donna Putri
Editor Fathul Amanah