AYOJAKARTA.COM – Calon presiden (capres) nomor urut 1, Anies Baswedan, membandingkan gaji TNI dan Polri di era Presiden Ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Anies Baswedan mengatakan selama era pemerintahan SBY, gaji TNI dan Polri mengalami kenaikan sebanyak tiga kali.
Hal ini tentu berbeda dengan pemerintahan Presiden Jokowi yang mana gaji TNI dan Polri hanya naik tiga kali.
Baca Juga: Anies Baswedan Disindir hanya Bisa 'Omon-omon' oleh Prabowo Subianto saat Debat Capres, Apa Artinya?
Menurut Anies Baswedan, TNI dan Polri telah bekerja sangat baik di lapangan sehingga mereka harus diberikan rasa hormat dan terima kasih.
Akan tetapi, ia menyoroti adanya kebijakan yang sangat parah yaitu mengenai gaji TNI dan Polri.
“Jadi TNI, tentara kita, polisi kita, semua bekerja luar biasa di lapangan. Kita harus berikan rasa hormat dan terima kasih karena mereka mengerjakan hal-hal yang sulit dan berat,” kata Anies dikutip dari kanal YouTube Kompas TV, Senin (8/1/2023).
Anies pun menyinggung TNI dan Polri akan kembali mendapatkan kenaikan gaji dalam waktu dekat.
Namun, Anies justru menilai pemberian kenaikan gaji tersebut karena menjelang pelaksanaan Pemilu.
Baca Juga: Kostum Ganjar Pranowo dan Mahfud MD pada Debat Capres Ketiga Jadi Sorotan, Ternyata Punya Arti Ini
“Tapi disisi kebijakan menurut saya lebih parah. Di era Pak SBY kenaikan Gaji terjadi sembilan kali. Selama era ini hanya naik gaji tiga kali dan akan naik nanti tahun depan, karena menjelang Pemilu mungkin naik gajinya,” singgungnya.
Tidak hanya itu, Anies menyebut kesejahteraan TNI dan Polri saat ini tidak dipikirkan dengan serius.
Anies pun memberikan contoh beberapa menteri yang mengupayakan agar pekerjanya mendapatkan peningkatan gaji.
“Tapi di sisi lain kesejahteraannya tidak dipikirkan dengan serius. Tukin hanya 80 persen. Lihat Kementerian Keuangan, lihat Kementerian PUPR, menteri-menterinya mengusahakan peningkatan Tukin di mereka,” sebutnya.
Baca Juga: Debat Ketiga Capres: Peneliti BRIN Nilai Indonesia Belum Sepenuhnya Berdaulat di Udara dan Laut
Selain itu, Anies juga menyinggung pembelian Alat Utama Sistem Senjata Tentara Nasional (Alutsista) bekas.
Anies menilai pembelian alutsista bekas akan meningkatkan resiko keselamatan bagi TNI.
“Lalu kita lihat tadi alutsista yang bekas yang itu resikonya adalah keselamatan dari TNI kita. Mereka bekerja keras menjaga setiap jengkal tanah republik ini. Tetapi mereka tidak didukung dengan policy,” tutupnya.***