News

7 Fakta Kecelakaan Maut KA Bandung Raya dan KA Turangga: Para Masinis Tidak Dapat Berkomunikasi

Oleh: Sidiqqi Al Isyan Jumat 05 Jan 2024, 17:21 WIB
Dalam kecelakaan KA 350 Commuter Line Bandung Raya dengan KA Turangga, dikonfirmasi keduanya bertabrakan pada jalur yang sama.

AYOJAKARTA.COM – Dikonfirmasi adanya sebuah kecelakaan besar yang terjadi pada Kereta Api (KA) di Cicalengka, Jawa Barat, Jumat, 5 Januari 2024 pada pukul 06.30 WIB.

Dalam kecelakaan KA 350 Commuter Line Bandung Raya dengan KA Turangga, dikonfirmasi keduanya bertabrakan pada jalur yang sama.

Atas kejadian ini, maka seluruh pihak terkonfirmasi akan bekerja sama dalam menangani hal tersebut, termasuk ditangani oleh tim gabungan Polres Bandung, Basarnas Bandung, PMI Kota Bandung, dan Dsidamkar Bandung untuk dilakukan penyelidikan dan evakuasi.

Oleh karena itu, terkonfirmasi adanya beberapa fakta atas kecelakaan maut KA Bandung Raya – KA Turangga.

Baca Juga: Kemenhub Sampaikan Permintaan Maaf atas Kecelakaan KA Turangga dan KA Commuter Line Bandung Raya

Berikut ini adalah 7 fakta kecelakaan maut KA Bandung Raya – KA Turangga yang harus diketahui, yakni:

- Tabrakan terjadi di satu lintasan

Fakta pertama yakni kecelakaan terjadi bermula ketika KA Turangga yang berangkat dari Stasiun Gubeng Surabaya membawa 230 orang penumpang menuju Bandung.

Dan dari arah yang berlawanan di satu lintasan ada KA lokal Bandung Raya yang membawa penumpang dari Stasiun Padalarang menuju Cicalengka.

Dan tanpa adanya peringatan, maka kedua KA melaju kencang pada satu lintasan yang sama, dan pada pukul 06.30 WIB di KM 181 Cicalengka, kedua KA akhirnya bertabrakan hingga beberapa gerbong keluar jalur dan masuk rawa.

- Penumpang KA Turangga alami luka-luka

Kecelakaan KA Bandung – KA Turangga yang terjadi, terkonfirmasi sementara ada 300 penumpang KA Turangga yang mencoba menyelamatkan diri, dan sebagian dari mereka terjebak di gerbong yang sempat mengalami kendala untuk membuka pintu dan berusaha menyelamatkan diri dengan lompat dari jendela gerbong.

Dalam kejadian tersebut ada ratusan penumpang KA Turangga yang langsung dievakuasi, dan beberapa mereka mendapatkan luka pada bagian kepala dan hidung serta lebam akibat benturan.

 

- Empat orang meninggal dunia

Untuk sementara ini ada 4 orang yang menjadi korban jiwa dalam kecelakaan tersebut, hal ini dikonfirmasi oleh pihak Polres Bandung.

Adapun para korban yang meninggal dunia yakni masinis KA lokal Bandung Raya, asisten masinis KA Bandung Raya, seorang security, dan seorang pramugara KA Turangga.

- KAI dan KNKT selidiki penyebab kecelakaan

Disebutkan Polresta Bandung dan tim gabungan lainnya masih menjalankan evakuasi pada dua gerbong yang saat ini masih menunggu pemadaman listrik agar dapat mengamankan situasi.

Selanjutnya pihak PT KAI telah bekerja sama dengan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan berkomitmen akan segera menyelidiki dan menginvestigasi penyebab kecelakaan yang terjadi.

- KAI siapkan rekayasa jalur utara

Jalur rel Haurpugur – Cicalengka yang dapat dilewati KA tujuan Tasikmalaya hingga Banjar akan ditutup sementara.

Sehingga pihak PT KAI melakukan rekayasa jalur utara agar tidak mengganggu jadwal keberangkatan kereta lainnya pasca kecelakaan yang terjadi. Ada 9 perjalanan kereta yang harus ditunda dan dibatalkan karena jalur kereta tidak dapat dilalui saat ini.

Baca Juga: Profil Masinis Julian Dwi Setiono, Korban Kecelakaan KA Turangga vs KA Lokal, Baru Menikah 4 Tahun

- Dugaan penyebab kecelakaan

Selanjutnya yakni walaupun masih dalam penyelidikan atas penyebab kecelakaan KA Bandung – KA Turangga, namun untuk sementara PT KAI menduga adanya hambatan yang terjadi di jalur komunikasi antar kereta.

Sehingga para masinis tidak dapat berkomunikasi dan tidak melihat bahwa kereta mereka melaju di jalur yang sama.

Namun, pihak PT KAI dikonfirmasi masih terus melakukan penyelidikan hingga akan merilis secara resmi hasil investigasi tersebut.

 

- Kemenhub minta maaf

Fakta terakhir yakni pada tragedi kecelakaan KA Bandung – KA Turangga yang menyebabkan luka dalam bagi para penumpang dan keluarga korban, maka Juru Bicara Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Adita Irawati meminta maaf atas kejadian tersebut.

Reporter Sidiqqi Al Isyan
Editor Aris Abdulsalam