AYOJAKARTA.COM – Pendukung Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, Relawan Penerus Negeri mengatakan bahwa pengeluaran negara untuk pilpres bisa dihemat hingga triliunan rupiah apabila hanya berlangsung satu putaran.
Berlangsungnya satu putaran masih cukup memungkinkan, mengingat hasil elektabilitas Prabowo-Gibran hampir menyentuh 50 persen.
Ketua Koordinator Nasional Relawan Penerus Negeri, M Pradana Indraputra mengatakan untuk menjalani putaran kedua, KPU memerlukan dana mencapai Rp 17 triliun.
Kemudian dibutuhkan Rp 10 triliun untuk berbagai biaya keamanan dan sebagainya sehingga total yang perlu dikeluarkan negara mencapai Rp 27 triliun.
Tak hanya dari sisi ekonomi, pilpres satu putaran juga menguntungkan dalam segi kestabilan politik.
Berjalannya satu putaran akan mengurangi ketegangan dan bentrokan di tengah masyarakat.
"Banyak keuntungan yang didapatkan apabila pilpres hanya satu putaran dilihat dari sisi ekonomi yang dapat menghemat serta keuntungan lainnya menghindari ketegangan ideologis yang dapat (menimbulkan) politisasi agama," ucap Pradana dikutip ayojakarta.com dari Republika.co.id, Jumat (5/1/2024).
Baca Juga: Momen Kocak Anies Baswedan Minta Maaf Gegara jadi 'Orang Ketiga' saat Live TikTok: Sorry Ya...
Pradani yakin bahwa Prabowo-Gibran mampu mewujudkan pilpres satu putaran mengingat hasil elektabilitasnya selama ini.
"Hasil survei nasional saat ini angka elektabilitas Prabowo-Gibran sudah mendekati 50 persen, masih ada 40 hari lagi menuju pemilu serentak. Kami relawan Penerus Negeri akan terus mengoptimalkan kampanye kreatif untuk menyasar milenial dan Gen Z yang jumlahnya 56 persen," ucapnya.
Sebagai informasi, pilpres dapat terjadi satu putaran apabila salah satu calon dapat meraih suara 50 persen plus satu atau di atas 50 persen dari total suara sah nasional.
Apabila tak ada yang berhasil mencapai angka tersebut, maka pilpres akan berlangsung dua putaran dengan pesertanya adalah calon yang mendapatkan dua suara terbanyak pada putaran pertama.***