News

Cak Imin Nilai Proses Pemilu yang Tidak Normal, Singgung Anak Presiden Sebagai Kontestan

Oleh: Riky Iskandar Rabu 03 Jan 2024, 15:17 WIB
Cak Imin Nilai Proses Pemilu yang Tidak Normal, Singgung Anak Presiden Sebagai Kontestan (Instagram @cakiminow)

AYOJAKARTA.COM -- Calon Wakil Presiden nomor urut 1, Muhaimin Iskandar, menilai bahwa proses pemilu saat ini tidak berjalan normal.

Cak Imin sapaan akrabnya menyatakan dukungannya terhadap keterlibatan masyarakat sipil dalam pengawasan pemilu.

"Saya sangat mendukung langkah-langkah masyarakat sipil terlibat dalam pengawasan pemilu. Saya perlu memperingatkan bahwa pemilu ini tidak berjalan normal, terutama dengan kehadiran salah satu kontestan yang merupakan anak presiden," ucap Cak Imin dikutip ayojakarta dari YouTube Kompas TV pada Rabu (3/1/2024).

Baca Juga: Cak Imin 'Mencium' Adanya Politik Uang hingga Akan Buat Laporan, Tim Sukses Prabowo dan Ganjar Tanggapi Santai, Begini...

Cak Imin menekankan bahwa tanpa pengawasan yang baik, hasil pemilu cenderung tidak objektif.

Oleh karena itu, ia mengajak semua masyarakat, khususnya para aktivis kampus dan kritikus, untuk terlibat aktif dalam mengawasi jalannya pemilu.

"Sekarang semua masyarakat, terutama para aktivis kapus dan kritikus saya harap terlibat mengawasi pemilu," ujarnya.

Mengenai surat suara yang telah didistribusikan lebih awal, Cak Imin menyuarakan kekhawatirannya terkait laporan dari PPLN besar seperti Malaysia dan Arab Saudi.

Ia menyoroti fakta bahwa data pemilih Malaysia belum masuk dan banyak yang tidak tercatat dalam daftar pemilih.

Baca Juga: Roy Suryo Ketar-Ketir, Kini Dipolisikan Caleg PSI Imbas Nuduh Gibran 'Nyontek' saat Debat Cawapres

"Malaysia yang sudah jelas data pemilihnya belum masuk, banyak yang tidak tercatat dalam daftar pemilih," ungkapnya.

Cak Imin juga menekankan perlunya transparansi dalam segala hal terkait pemilu. Ia mengingatkan agar tidak ada manipulasi dengan isu seputar pos tutup dan hal-hal lainnya.

"Sudahlah, mari kita buat semua proses ini transparan," tandasnya.

Reporter Riky Iskandar
Editor Hengky Sulaksono