News

Profil KH Marzuki Mustamar, Ketua PWNU Jawa Timur yang Dicopot Jabatannya oleh PBNU

Oleh: Nisrina Harum Lestari Senin 01 Jan 2024, 11:35 WIB
KH Marzuki Mustamar

AYOJAKARTA.COM – Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) KH Marzuki Mustamar belakangan menjadi sorotan publik.

Pasalnya, belum lama ini sosok yang akrab dengan sebutan Kiai Marzuki diberhentikan dari jabatannya sebagai Ketua PWNU.

Sayangnya, tak diketahui secara pasti apa alasan yang menyebabkan Kiai Marzuki harus dicopot dari jabatannya.

Sejak kabar pemberhentiannya ramai, tak sedikit masyarakat yang penasaran dengan sosok Kiai Marzuki.

Berikut profil Kiai Marzuki yang AyoJakarta.com kutip dari suara.com pada Senin (1/1/2024).

Baca Juga: Pilpres 2024 Makin Dekat, Internal Timnas Anies-Muhaimin Memanas Gegara Beda Pendapat Soal Ini

Profil KH Marzuki Mustamar

Kiai Marzuki adalah salah satu tokoh ulama kelahiran Blitar pada 22 September 1966.

Sejak kecil, ia tumbuh dan dididik di lingkungan pesantren karena sang ayah merupakan seorang kiai.

Saat masih kecil, Kiai Marzuki sudah diajarkan bagaimana cara beternak ayam dan kambing.

Hal itulah yang membuat karakter dan kemandiriannya sudah terbentuk sejak masih muda.

Baca Juga: Sikap KH Marzuki Mustamar Setelah Dicopot dari Jabatan Ketua PWNU: Kami Hormati

Saat bersekolah di Madrasah Ibtidaiyah, Kiai Marzuki mempelajari berbagai ilmu agama seperti shorof, nahwu, tasawuf dan ilmu fiqih kepada kiai-kiai besar di Blitar.

Menariknya, Kiai Marzuki pernah belajar ilmu agama dengan salah satu kiai bernama Kiai Ridwan.

Ketika masuk SMP, Kiai Marzuki sudah memahami kitab Mutammimah.

Setelah lulus SMP, ia melanjutkan pendidikannya ke Madrasah Aliyah Negeri Tlogo, Blitar.

Selama menempuh pendidikan di MAN Tlogo, ia diasuh beberapa kiai kondang seperti Kiai Hasbullah Ridwan, Kiai Abdul Mujib dan Kiai Hamzah.

Baca Juga: Dianggap Mbalelo! Usai Nekat Dukung Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, Ketua PWNU Jawa Timur Dipecat?

Setelah lulus, Kiai Marzuki melanjutkan pendidikan tinggi ke IAIN atau UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Sejak saat itu, perjalanannya menjadi tokoh ulama mulai terbentuk dan ia bertemu dengan orang yang mampu membawanya menjadi seorang pendakwah.

Di tahun 1994, Kiai Marzuki menikah dengan santriwati Pondok Pesantren Nurul Huda bernama Saidah dan dikaruniai tujuh orang anak.

Saidah diketahui merupakan anak dari Kiai Ahmad Nur yang berasal dari Lamongan.

Sekarang, Kiai Marzuki sudah dicopot dari jabatannya dari PWNU Jawa Timur.***

Reporter Nisrina Harum Lestari
Editor Fathul Amanah