News

Relawan Ganjar-Mahfud Dianiaya Oknum TNI, Ganjar Pranowo Minta Kejadian Ini Tak Terulang Lagi

Oleh: Riky Iskandar Minggu 31 Des 2023, 18:41 WIB
Peristiwa pemukulan kepada relawan Ganjar Mahfud di Boyolali Jawa Tengah, pada 30 Desember 2023.

AYOJKARTA.COM -- Calon Presiden (Capres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo, memberikan tanggapan terkait penanganan kasus penganiayaan terhadap relawan Ganjar-Mahfud oleh oknum TNI.

Dikutip ayojakarta dari YouTube Kompas TV pada Minggu, 31 Desember 2023, Ganjar pun mengecam peristiwa tersebut dan berharap agar kejadian serupa tidak terulang.

"Dari kemarin sudah berjalan, saya minta teman-teman Komisi I, TPN, dan sudah berkomunikasi dengan Kasad, Panglima TNI. Saya tadi juga kontak dengan pangdam, dan sekian belas orang dari oknum itu hari ini mendapat hukuman," kata Ganjar Pranowo.

Menurut Ganjar, peristiwa tersebut akan menjadi pelajaran para oknum TNI agar tidak semena-mena.

"Jika ada kesalahan, diproses saja, tapi kalau semena-mena terhadap rakyat, jangan bikin rakyat marah," ungkap Ganjar.

Baca Juga: Survei Elektabilitas Capres 2024 Terbaru: Prabowo-Gibran Unggul di Kalangan Muslim, Bagaimana yang Non Muslim?

Mantan gubernur Jawa Tengah itu mengimbau agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Ia juga menyatakan bahwa penghukuman terhadap oknum-oknum TNI tersebut menjadi pelajaran terakhir.

Ia menegaskan bahwa apabila ada kesalahan, harus diproses sesuai aturan, dan jika ada oknum yang tidak mengerti aturan, sebaiknya dicopot dari jabatannya.

"Saya kira para oknum TNI yang melakukan penganiayaan itu seharusnya paham aturannya. Kecuali dia tidak paham, pecat saja itu," tegas Ganjar.

Baca Juga: Tanggapi Soal PK, Edi Darmawan Sebut Otto Hasibuan Sudah Tidak Ada Jalan Lagi

Menanggapi apakah ada rencana menjenguk korban, Ganjar Pranowo menyatakan dirinya tentu akan menjenguk relawan Ganjar-Mahfud yang menjadi korban penganiayaan tersebut.

"Oiya, saya juga berkomunikasi dari kemarin. Setelah dari sini, saya akan menuju ke tempat kejadian untuk menjenguk korban," terangnya.

Reporter Riky Iskandar
Editor Aris Abdulsalam