AYOJAKARTA.COM – Lembaga survei Centre for Strategic and Internasional Studies (CSIS) telah mengeluarkan data riset terbaru mengenai elektabilitas masing-masing calon presiden (capres) 2024.
Hasil dari riset menunjukan bahwa Prabowo-Gibran berada di urutan pertama, Anies-Muhaimin urutan kedua dan Ganjar-Mahfud berada di urutan ketiga.
Paslon nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka mendapatkan hasil 43,7 persen.
Kemudian paslon nomor urut 1 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, mendapatkan hasil 26,1 persen.
Sedangkan untuk paslon nomor urut 3, Ganjar Pranowo-Mahfud MD mendapatkan hasil 19,4 persen.
Melihat hasil survei CSIS tersebut, Mahfud MD mengatakan tak mempercayai data tersebut.
Menanggapi respons Mahfud MD, Komandan Tim Kampanye Nasional Pemilih Muda atau TKN Fanta Prabowo-Gibran, Arief Rosyid mengatakan bahwa itu adalah hal yang lumrah dalam negara demokrasi.
Arief Rosyid percaya dengan kinerja CSIS, terlebih ada Philips J Vermonte selaku Ketua Umum Persepi periode 2019-2024 sehingga menurutnya metodologi dan sampel yang dipilih sudah sangat ketat.
"Jadi artinya kalau ada orang yang enggak percaya, mungkin enggak percaya semua hasil survei kali ya atau bisa jadi enggak percayanya itu karena surveinya di bawah, ya biasalah. Kan untuk membesarkan hati pendukung itu tadi kalau ibaratnya orang itu kalau udah mau tenggelam, semua orang ditarik kan gitu," ucap Arief Rosyid dikutip ayojakarta.com dari Suara.com, Jumat (29/12/2023).
Baca Juga: Jadwal Penerbangan Susi Air dari Jakarta ke Pangandaran, Cuma 1 Jam!
Menolak hasil survei juga menurut Arief Rosyid adalah hal wajar untuk menjaga dan membangun psikologi tim.
"Nah ini juga sama kali, pengen, lagi pengen memperbaiki situasi psikologi tim yang sedang terpukul dengan hasil-hasil survei," ucapnya.
Menurut Arief Rosyid, hal wajar apabila tak mempercayai hasil survei.
Baca Juga: TPN Ganjar Mahfud Gelar Posko Simpatik 3 di Tiga Provinsi Selama Libur Nataru
Hanya saja menurutnya data yang dirilis CSIS dapat dipertanggungjawabkan secara metodologi.
"Jadi kita sih fokus saja dengan kerja-kerja kita. Alhamdulillah dari semua hasil survei kan tadi sudah dibahas 'samsul' ya, semakin sulit disusul gitu," ujar Arief Rosyid.
Selain itu, Arief Rosyid juga mengatakan bahwa TKN Prabowo-Gibran sangat terbuka apabila ada berbagai pihak yang ingin bergabung.
"Jadi ya kita senang sekali ya kalau akhirnya kekuatan yang selama ini, apalagi kan beliau juga masih dalam kabinetnya Pak Jokowi ya, ya mungkin ingin bersama-sama Pak Prabowo dan Mas Gibran buat memenangkan kontestasi ini bersama-sama," tuturnya.***