AYOJAKARTA.COM - Jubir Timnas AMIN (Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar), Indra Charismiadji saat ini memang tengah menjadi sorotan usai dirinya ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus penggelapan pajak dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).
Namun rupanya, tak hanya kasus penggelapan Pajak dan TPPU saja yang saat ini disorot publik kepada Indra Charismiadji.
Pasalnya, Indra Charismiadji yang merupakan jubir Timnas AMIN ini memiliki beberapa catatan kontroversial yang dilakukannya.
Sebagai seorang pengamat pendidikan, dirinya kerap mengomentari situasi pendidikan di Indonesia dengan cukup keras.
Komentar Indra beberapa diantaranya cukup menimbulkan kontroversi di tengah masyarakat.
Dikutip dari laman Suara.com, Kamis (28/12/2023) berikut adalah 5 kontroversi Indra Charismiadji:
1. Kritik dan Sebut Guru Sekarang Malas Membaca
Pernyataan pertama Indra yang cukup menjadi kontroversi adalah komentarnya kepada guru di Indonesia saat ini.
Indra menyebut bahwa guru di Indonesia sekarang ini malas membaca sehingga banyak materi yang tidak tersampaikan dengan baik kepada pada murid.
"Berdasarkan riset yang sudah saya laksanakan, ini masih banyak daerah ditemukan guru-guru yang malas membaca. Jadi materi itu tidak tersampaikan dengan baik. Kondisi ini tentu mempengaruhi kualitas pendidikan di tanah air,” ujar Indra.
Baca Juga: 6 Fakta Penting Penangkapan Indra Charismiadji, Juru Bicara Timnas Anies Baswedan-Cak Imin
2. Guru Saat Ini Berkualitas Rendah
Lagi-lagi Indra kembali mengkritik soal guru di Indonesia dan cukup membuat polemik di masyarakat.
Menurut Indra, kualitas guru di Indonesia saat ini dinilai memiliki kualitas yang rendah dan belum mempunyai kemampuan mumpuni untuk mengajar di sekolah.
"Faktanya, guru-guru kita di sekolah itu kualitasnya rendah. Bahkan hanya 2,5 persen dari 3 juta guru yang berkualitas. Sisanya 2,9 jutaan tidak bisa mengajar dengan baik" kritik Indra dengan keras.
3. Guru PNS dan Dosen Disebut Hobi Tidur-tiduran
Kembali lagi Indra mengkritik keras soal kualitas pendidikan di Indonesia melalui guru dan tenaga pendidiknya.
Menurut Indra banyak guru yang honorer di masa pandemi Covid-19 tidak digaji dengan baik.
Dan bahkan para guru honorer yang benar-benar bekerja justru gajinya dipotong dan sangat minim.
Sebaliknya para guru yang berstatus PNS dan juga dosen disebut Indra malah sering tidur-tiduran saat bekerja.
"Yang enak malah dosen dan guru PNS. Tidur-tiduran saja tetap digaji oleh pemerintah," sindir Indra.
Baca Juga: Juru Bicara Tim AMIN Indra Charismiadji Diduga Terlibat Kasus Pajak, Kubu AMIN akan Lakukan Ini
4. Mengkritik Kebijakan Nadiem Makarim
Masih belum cukup, Indra masih terus mengundang kontroversi soal pernyataannya yang berkaitan dengan dunia pendidikan di Indonesia.
Dirinya kemudian ikut mengkritik soal kebijakan yang dibuat oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim saat pandemi.
Menurut Indra, pemerintah seolah memberikan kesempatan kepada para pemilik aplikasi berbayar untuk memaksa masyarakat membelinya dengan cara memberikan kuota kepada masyarakat namun hanya bisa digunakan untuk membeli aplikasi berbayar dari swasta.
Hal itu pun secara terang-terangan disebut Indra sebagai sebuah pembohongan publik.
"Ini (pembagian kuota belajar) jadi pembohongan publik namanya. Kok uang negara digunakan untuk kepentingan kelompok tertentu," katanya.
5. Terlibat Kasus Pajak dan TPPU
Rupanya Indra sudah dijadikan tersangka dan kasus pajak dan TPPU sejak tahun 2022 lalu bersama seorang rekan bernama Andriani.
Indra dan Andriani telah terbukti dengan sengaja tidak melaporkan pajak pertambahan nilai selama periode Januari 2019-Desember 2019 dari perusahaan mereka, yaitu PT.Yuki Mandiri Indonesia Raya dan PT.Luki Mandiri Indonesia Raya.
Saat ini, Jubir Timnas AMIN itu pun ditahan oleh Kejari Jaktim untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.***