AYOJAKARTA.COM – Daihatsu akan menutup pabrik di Jepang hingga Januari 2024, akibat skandal manipulasi keselamatan.
Daihatsu juga melakukan janji ekspor dan menjanjikan ganti rugi kepada 423 perusahaan mitra bisnisnya.
Dikutip dari Suara.com, Daihatsu tengah menghadapi permasalahan terkait adanya pengujian keselamatan yang tidak benar pada 64 model mobil.
Selain 64 model, juga terdapat permasalahan di tiga mesin kendaraan, di mana 22 model dan satu mesin tersebut dijual oleh Toyota.
Efek dari kejadian ini berpengaruh terhadap beberapa model Mazda dan Subaru di Jepang, dan juga produk Toyota dan Daihatsu yang dipasarkan di luar negeri.
Presiden Daihatsu, Soichiro Okudaira, mengakui tindakan kejadian pada tes keselamatan dan prosedur lainnya.
Soichiro menyampaikan penyebab utama dari permasalahan ini karena adanya tekanan yang besar untuk mencapai target produksi.
Sedangkan di Indonesia, PT Astra Daihatsu Motor (ADM) mengatakan bahwa pihaknya akan tetap menjalankan pengiriman produk secara domestik.
Baca Juga: Akselerasi Ekonomi, bank bjb Terlibat dalam Kredit Sindikasi Pembangunan Pabrik Pusri IIIB
Namun, untuk kegiatan ekspor akan dihentikan sampai waktu yang belum ditentukan.
Pihak Manajemen dari ADM juga mengatakan bahwa produksi domestik tetap dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pasar di Indonesia.
Manajemen menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah terkait permasalahan ini.
“Telah ditentukan produksi domestik ADM tetap beroperasi normal sesuai dengan rencana untuk memenuhi kebutuhan pasar di Indonesia,” tutur manajemen.***