News

Gibran Menyampaikan Soal SGIE yang Kini Menjadi Sorotan Masyarakat, Lalu Apa Itu?

Oleh: Nuriyah Nofasari Senin 25 Des 2023, 14:58 WIB
Gibran Menyampaikan Soal SGIE yang Kini Menjadi Sorotan Masyarakat, Lalu Apa Itu?

AYOJAKARTA.COM -- Pada debat calon wakil presiden (cawapres) Pilpres 2024, terjadi momen menarik ketika Gibran Rakabuming Raka, yang menempati nomor urut 2, berhasil membuat lawannya, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, terdiam dengan pertanyaannya mengenai SGIE atau State of the Global Islamic Economy.

Debat yang digelar di JCC Senayan, Jakarta, pada Jumat (22/12), menjadi sorotan ketika Gibran mengajukan pertanyaan tajam tentang bagaimana cara meningkatkan peringkat SGIE Indonesia.

Awalnya, Gibran dengan tegas menanyakan strategi yang akan diterapkan oleh Muhaimin Iskandar untuk meningkatkan peringkat SGIE Indonesia.

Baca Juga: 5 Perusahaan dengan Gaji Paling Tinggi di Indonesia, Ternyata yang Pertama Bukan Freeport, Minat Daftar?

Namun, jawaban Cak Imin pun tak terduga. "Terus terang saya kurang paham apa itu SGIE," ucap Cak Imin. Kebingungan Cak Imin dalam menghadapi pertanyaan ini memicu diskusi di media sosial.

Penting untuk dicatat bahwa SGIE merupakan singkatan dari State of the Global Islamic Economy. Berdasarkan laporan tahun lalu, Indonesia berada di posisi keempat dalam peringkat dunia SGIE, di bawah Malaysia, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.

SGIE Report 2022 mencakup enam klasifikasi penilaian, termasuk makanan halal, fashion, kosmetik, ekonomi Islam, media, dan wisata rohani. Diskusi mengenai SGIE menjadi topik hangat di tengah perbincangan pasca-debat cawapres Pilpres 2024.

Sementara Indonesia sedang berbicara tentang SGIE, negara-negara lain di dunia sedang melangkah lebih jauh dengan fokus pada IDE atau Islamic Digital Economy.

Baca Juga: Langsung Diterima Tanpa Perlu Tes! Berikut Rata-rata Nilai Rapor Masuk IPB Jalur SNBP 2024 Semua Prodi

Menurut laporan DinarStandard, umat Islam di seluruh dunia menghabiskan sekitar 2 triliun dolar AS pada tahun 2021 untuk berbagai sektor seperti makanan, obat-obatan, kosmetik, fesyen, wisata, dan media.

Potensi ekonomi pada IDE sangat besar, dengan prediksi bahwa pada tahun 2025, pengeluaran umat Islam dapat mencapai 2,8 triliun dolar AS, dengan tingkat pertumbuhan tahunan kumulatif mencapai 7,5 persen.

Negara-negara seperti Malaysia sudah memfokuskan diri pada IDE, dengan tiga sektor utama, yaitu keuangan Islam, produk halal, dan gaya hidup.

Melihat potensi besar pada sektor IDE, perbandingan inisiatif Malaysia dan situasi SGIE di Indonesia memunculkan pertanyaan kritis tentang arah strategis negara dalam menghadapi perubahan ekonomi global.

Baca Juga: Tes Ilusi Optik: Yuk Mainkan Imajinasi Kamu, Coba Tebak Ada Berapa Hewan pada Gambar

Diskusi ini menjadi penting dalam merancang kebijakan yang dapat memajukan ekonomi Indonesia di tengah persaingan global yang semakin ketat.

Reporter Nuriyah Nofasari
Editor Eneng Reni Nuraisyah Jamil