News

PT IMIP Sebut Tak Ada Tabung Oksigen yang Meledak dalam Kebakaran di Smelter ITSS Morowali

Oleh: Nisrina Harum Lestari Senin 25 Des 2023, 09:43 WIB
Media Relations Head PT IMIP Dedy Kurniawan menyampaikan berdasarkan data IMIP jumlah korban dari insiden tersebut mencapai 51 orang.

AYOJAKARTA.COM – PT Indonesia Morowali Industrial Parak (IMIP) memberikan informasi terbaru terkait insiden kebakaran yang terjadi di PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel (ITSS) yang terjadi pada Minggu, 24 Desember 2023.

Diketahui, manajemen PT IMIP sudah membentuk tim penanganan setelah insiden kebakaran tersebut.

Media Relations Head PT IMIP Dedy Kurniawan menyampaikan berdasarkan data IMIP jumlah korban dari insiden tersebut mencapai 51 orang.

“ITSS merupakan salah satu tenant yang beroperasi di kawasan IMIP, Morowali, Sulawesi Tengah. Perkembangan terbaru hingga pukul 16.15 WITA, diketahui situasi di lokasi kejadian sudah terkendali,” kata Dedy dikutip dari laman Republika, Senin, 25 Desember 2023.

Dedy menyebut 13 orang diantaranya yang terdiri dari 99 pekerja Indonesia dan 4 pekerja asal China meninggal dunia.

Baca Juga: Ternyata Ini Penyebab Terjadi Kebakaran Pabrik Nikel di Morowali, Diduga 12 Pekerja Pabrik Meninggal Dunia

Kemudian, sebanyak 46 pekerja menjadi korban luka dan umumnya disebabkan karena terpapar uap panas.

Saat ini 29 korban luka telah dirujuk ke RSUD Morowali untuk mendapatkan perawatan.

Sementara 12 orang tengah menjalani observasi oleh Klinik IMP dan 5 orang rawat jalan.

Dedy mengungkapkan pihaknya juga sudah menyerahkan satu jenazah korban kepada keluarga.

PT IMIP memastikan akan menanggung semua biaya perawatan korban setelah insiden tersebut beserta santunan.

Baca Juga: Viral! Video Detik-Detik Kebakaran Smelter Nikel ITSS Morowali, 35 Pekerja Menjadi Korban, 12 Meninggal Dunia

Dedy menerangkan awalnya tungku smelter Nomor 41 yang terbakar masih ditutup untuk operasi pemeliharaan.

Lalu ketika tungku tersebut sedang tidak berfungsi dan dalam proses perbaikan, terdapat sisa slag atau terak yang keluar dari tungku tersebut dan bersentuhan dengan benda yang mudah terbakar.

Dinding tungku kemudian roboh dan sisa terak tersebut mengalir keluar sehingga memicu kebakaran.

Akibatnya, para pekerja yang berada di lokasi mengalami luka hingga merenggut nyawa.

Dedy menegaskan hasil identifikasi menunjukkan bahwa tidak ada tabung oksigen yang meledak.***

Reporter Nisrina Harum Lestari
Editor Tedi Rukmana