AYOJAKARTA.COM -- Pertanyaan 'SGIE' yang diajukan oleh Gibran Rakabuming Raka kepada Muhaimin Iskandar alias Cak Imin dalam debat cawapres kemarin menyita perhatian publik.
Ketika ditanya soal ‘SGIE’ oleh Gibran Rakabuming Raka, Cak Imin mengaku tidak tahu apa yang dimaksud dari singkatan tersebut.
“Terus terang SGIE saya nggak paham, SGIE itu apa?" kata Cak Imin kepada Gibran Rakabuming Raka seperti yang dikutip dari YouTube KPU RI.
Baca Juga: Ini Arti Kata Slepet hingga SGIE yang Disebut Cak Imin dan Gibran di Debat Cawapres
Kemudian, Gibran pun menjelaskan kepada Cak Imin bahwa yang dimaksud SGIE adalah State of the Global Islamic Economy, yang artinya laporan tahunan tentang kondisi Ekonomi Islam/Halal secara global yang diluncurkan DinarStandard di Dubai, Uni Emirat Arab.
Usai debat, kepada awak media, cawapres paslon nomor 2 itu pun mengaku bahwa ada beberapa singkatan yang memang hafal, ada juga yang lupa.
Menurutnya, yang lebih penting adalah ia dapat mengerti apa substansi dan bisa menjelasakannya dengan tepat apa kepentingan dari ekonomi syariah.
“Yang penting kita akhirnya ngerti substansinya dan bisa menjelaskan dengan tepat apa yang sebetulnya dengan kepentingan ekonomi syariah yang menjadi bagian dari kekuatan bangsa kita,” ujarnya seperti yang dikutip dari YouTube Official iNews.
Sementara itu, Anies Baswedan menyampaikan bahwa sebetulnya pertanyaan tersebut dapat dijawab dengan Google.
“Jadi ketika pertanyaannya adalah sebuah terminologi teknis pada level ini bisa dijawab dengan Google sebetulnya,” ujarnya.
Menurut Anies Baswedan sebagai pertanyaan itu sah-sah saja, namun publik dapat menilai bagaimana kualitas pertanyaan tersebut.
“Menurut saya sebagai pertanyaan itu sah tapi juga publik bisa menilai kualitas pertanyaannya adalah kualitas pertanyaan aspek teknikaliti bukan aspek substansi,” ujarnya.
“Padahal makin tinggi posisi makin berfokus pada substansi dan di tingkat kepemimpinan nasional itu pada tingkat substansi,” tambahnya.
Capres nomor urut 1 itu juga kembali menyampaikan bahwa publik dapat menilai apakah itu format cerdas cermat untuk hafalan atau ideologi gagasan.
“Publik nanti akan menilai apakah memang ini format cerdas cermat untuk hafalan atau format tentang ideologi gagasan,” ujarnya.***