AYOJAKARTA.COM -- Kasus kopi sianida yang menyeret nama Jessica Wongso kini kembali jadi perbincangan publik.
Setelah tayangnya film dokumenter yang berjudul Ice Cold, banyak yang mempertanyakan kejanggalan-kejanggalan pada kasus Jessica Wongso.
Seorang saksi ahli pun ikut angkat bicara mengenai kasus Jessica Wongso setelah 7 tahun vonis hakim diumumkan.
Baca Juga: Tes Ilusi Optik: Uji Kejelian Mata dengan Coba Temukan Seekor Burung di Antara Buah Mangga
Dewu Taviana Walida, seorang ahli psokologis yang juga Hadir dalam persidangan Jessica Wongso.
Ia kemudian mengungkapkan banyak kejanggalan pada kasus Jessica Wongso, bahkan sebelum persidangan.
Dewi menceritakan bahwa pada saat itu ia ingin memastikan keadaan dari Jessica Wongso.
Dewi mengaku pada saat itu, sekitar 90 persen masyarakat menganggap bahwa Jessica Wong bersalah.
Oleh karena itu, Dewi mengungkapkan bahwa dalam menangani kasus Jessica Wongso, ia harus siap dibully.
"Pada saat itu situasinya mungkin 90 persen," ucap Dewi.
Dewi pun mengatakan bahwa Jessica sudah dianggap bersalah oleh masyarakat bahkan sebelum persidangan.
"Itu (masyarakat) sudah menganggap dia (Jessica Wongso) bersalah sebelum dia diputuskan bersalah, bahkan sebelum sidang," kata Dewi dikuti dari YouTube Brabos Radio Indonesia, Minggu (24/12/2023).
Karena kesaksiannya, Dewi Taviana kemudian jadi bulan-bulanan pengunjung yang menyorakinya dan dicecar oleh hakim saat di persdang Jessica Wongso.
Kendati demikian, Dewi Taviana mengaku siap dipanggil lagi menjadi saksi ahli.
Dewi mengungkapkan, bahwa ia tidak ingin terjadi lagi hal yang serupa seperti Jessica Wongso.
"Saya bersedia dipanggil menjelaskan itu,tujuannya itu supaya tidak terjadi lagi Jessica yang lain," ungkap Dewi.***