AYOJAKARTA.COM - Kasus Jessica Wongso semakin memanas dan jadi sorotan publik.
Meski sudah berlalu tujuh tahun lamanya, publik menilai kasus Jessica Wongso masih menyisakan teka-teki dan tanda tanya.
Hal ini bermula dari rilisnya dokumenter Netflix bertajuk Ice Cold: Murder, Coffee, and Jessica Wongso, fakta-fakta baru kasus kopi sianida beredar luas di ranah publik.
Kuasa hukum dan saksi ahli ramai-ramai memberikan pandangannya terhadap kasus kopi sianida dengan terpidana Jessica Wongso.
Berbagai lapisan masyarakat banyak yang menilai bahwa Jessica Wongso tidak bersalah karena tidak ada bukti yang bersifat direct.
Kini Jessica Wongso dibela oleh ribuan advokat yang siap untuk membongkar kasus kopi sianida dengan melakukan berbagai upaya hukum, termasuk upaya hukum luar biasa atau Peninjauan Kembali (PK).
Baca Juga: Inilah Daftar Makanan yang Mengandung Sianida, Bukan Hanya Ada di Kasus Jessica Wongso
Otto Hasibuan selaku kuasa hukum Jessica Wongso bersama tim yang terdiri dari ribuan orang telah melaporkan sosok hakim BG yang dinilai melakukan pelanggaran kode etik pada kasus kopi sianida.
Tim advokat melaporkan hakim tersebut kepada Komisi Yudisial (KY) dan Bawas Mahkamah Agung.
Dalam sebuah cuplikan video yang diunggah oleh akun TikTok @88just.jess88, Otto Hasibuan mengungkapkan bahwa laporan tersebut telah mendapatkan respon dari Komisi Yudisial.
"Laporan tim yang ke Komisi Yudisial, sudah mendapat tanggapan dari kemarin. Dan mereka sudah diperiksa di KY sebagai pelapor ya," kata Otto Hasibuan.
"Jadi, pertama kan kita laporkan hakim ya. Itu sudah diperiksa oleh KY, setelah itu kita tunggu apa hasil laporan kita itu. Apakah ada sanksi atau tidak kepada hakim yang kita laporkan," ungkapnya.
Kemudian, ia mengungkapkan rencana pengajuan PK pada kasus kopi sianida untuk membongkar kembali.
"Nah, mengenai soal rencana PK ini kita tidak bukan diam, saya bisa memahami dan terima kasih kepada para netizen. Misalkan saya lihat di sosial media di TikTok dan sebagainya mengatakan pak Otto jangan ini, jangan loyo, harus up terus katanya kan. Aduh, saya bangga banget sama netizen. Terima kasih buat netizen. Tapi, kami bukannya lengah ya, tapi kami upayakan mempersiapkan diri baik-baik. Nah, PK itu pasti akan kita lakukan, kita menunggu timing saja," jelasnya.
"Jadi, mungkin Januari atau Februari bisa kita lakukan. Tapi, sementara ini semua tim bekerja keras mengumpulkan bukti-bukti," kata Otto Hasibuan. ***