News

5 Provinsi Penghasil Teh Terbesar di Indonesia, Benarkah Jadi Andalan Ekonomi dan Pembangunan Daerah? Simak Faktanya

Oleh: Fajar Ari Wibowo Rabu 26 Mar 2025, 03:48 WIB
Ilustrasi. Industri teh di Indonesia semakin menunjukkan peran strategis dalam perekonomian nasional hingga mancanegara.

AYOJAKARTA.COM – Industri teh di Indonesia semakin menunjukkan peran strategis dalam perekonomian nasional hingga mancanegara.

Peran strategis tersebut tak lepas dari sumbangsih lima provinsi terkemuka yang menyumbang sebagian besar produksi teh.

Diketahui, lima provinsi ini tidak hanya unggul dalam kapasitas produksi, tetapi juga telah menunjukkan prestasi pembangunan yang signifikan dalam sektor pertanian dan infrastruktur pendukung.

Dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube Sokbijak.com pada Rabu, 26 Maret 2025, berikut ini daftar lima provinsi penghasil teh terbesar di Indonesia.

Baca Juga: Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta Buka Lowongan, Buat Kamu yang Ahli di Bidang IT dan Desain

1. Jawa Barat

Provinsi Jawa Barat, yang kini dipimpin oleh Dedi Mulyadi, mendominasi pasar teh nasional dengan luas lahan perkebunan mencapai 78.900 hektar.

Dari luas tersebut menghasilkan kapasitas produksi mencapai 96.300 ton, Jawa Barat menyumbang sekitar 69,5% produksi teh nasional.

Pemerintah provinsi telah mengintegrasikan inovasi teknologi dalam pertanian, seperti sistem irigasi modern dan pemupukan berbasis data, yang turut mendukung peningkatan kualitas dan kuantitas produksi.

Selain itu, pembangunan infrastruktur jalan dan fasilitas pengolahan hasil teh turut memperkuat posisi Jawa Barat sebagai pusat penghasil teh di Indonesia.

Baca Juga: Jawa Barat Terbanyak! Daftar Jumlah Peserta yang Lolos Seleksi Administrasi PPG Guru Tertentu 2024 di Setiap Provinsi

2. Jawa Tengah

Jawa Tengah mencatatkan luas perkebunan teh sekitar 8.700 hektar dengan kapasitas produksi mencapai 12.600 ton, menyumbang 9,6% dari total produksi nasional.

Pemerintah provinsi ini telah menggencarkan program peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang pertanian melalui pelatihan teknis dan adopsi teknologi modern.

Program tersebut tidak hanya meningkatkan produktivitas perkebunan, tetapi juga membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat lokal.

Dengan begitu, kebun teh di Jawa Tengah menjadikan sektor teh sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Baca Juga: Pulau Jawa Mendominasi hingga 140 Ribu Guru! Data Lengkap Peserta Lolos PPG di 34 Provinsi Indonesia

3. Sumatera Utara

Di Sumatera Utara, area perkebunan teh seluas 4.200 hektar menghasilkan produksi sekitar 7.900 ton, atau setara dengan 6,2% kontribusi terhadap produksi teh nasional.

Provinsi ini dikenal dengan pendekatan pertanian terpadu yang menggabungkan praktik pertanian ramah lingkungan dan teknologi tepat guna.

Selain itu, Sumatera Utara telah melakukan investasi signifikan dalam infrastruktur pendukung, seperti pembangunan fasilitas pengolahan dan pemasaran hasil tani.

Dengan demikian, para petani teh mendapatkan akses pasar yang lebih luas dan harga yang lebih menguntungkan.

Baca Juga: 489 Ribu Guru Lolos Seleksi Administrasi PPG 2024, Simak Sebaran per Provinsi!

4. Sumatera Barat

Provinsi Sumatera Barat, khususnya di Ranah Minang, memiliki salah satu kebun teh terkenal yaitu Kayu Aro.

Dengan luas perkebunan mencapai 4.800 hektar dan produksi sekitar 8.600 ton, provinsi ini menyumbang sekitar 5,7% produksi teh nasional.

Pembangunan di daerah ini tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga pada pelestarian budaya dan pariwisata agro.

Di mana kebun teh Kayu Aro menjadi destinasi wisata edukatif yang menarik.

Hal ini menjadi salah satu upaya daerah dalam mendiversifikasi ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga: HORE! Beras 10 Kg Kembali Disalurkan di Tahun 2025, 2 Provinsi Ini Sudah Bagikan Bansos kepada KPM, Daerahmu?

5. Jambi

Provinsi Jambi menyumbang sekitar 2,59% dari produksi teh nasional dengan luas kebun teh mencapai 1.860 hektar dan kapasitas produksi sebesar 3.600 ton.

Meskipun merupakan kontributor yang lebih kecil dibandingkan provinsi lainnya, Jambi terus melakukan modernisasi proses produksi teh melalui penggunaan teknologi pertanian dan pelatihan peningkatan kapasitas bagi petani lokal.

Program-program ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas serta kualitas teh yang dihasilkan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah pedesaan.

Dengan kontribusi signifikan dari kelima provinsi tersebut, industri teh Indonesia tidak hanya menjadi andalan dalam sektor pertanian.

Akan tetapi juga menjadi pendorong utama pembangunan ekonomi daerah.

Pemerintah pusat dan daerah terus bekerja sama melalui program-program modernisasi, peningkatan infrastruktur, dan pelatihan teknis guna menjaga daya saing produk teh Indonesia di pasar domestik maupun internasional.

Langkah strategis tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Dengan dukungan kebijakan dan inovasi teknologi, kelima provinsi penghasil teh ini siap mempertahankan posisinya sebagai pemain utama dalam industri teh nasional, sekaligus berkontribusi pada citra positif Indonesia di kancah global.***

Reporter Fajar Ari Wibowo
Editor Tedi Rukmana