AYOJAKARTA.COM - Calon presiden nomor urut satu, Anies Baswedan ikut menjawab soal permasalahan utang Indonesia ke luar negeri.
Dalam acara 'Desak Anies' yang digelar di Mataram, NTB pada Selasa (19/12/2023), Anies Baswedan mendapat pertanyaan soal rencana AMIN mengatasi masalah utang di Indonesia yang cukup besar.
Dalam penjelasannya, Anies Baswedan menjawab sejumlah kekhawatiran masyarakat soal besarnya utang Indonesia ke luar negeri yang diketahui saat ini telah mencapai lebih dari delapan ribu triliun rupiah.
Dalam kesempatan tersebut, Anies Baswedan berujar bahwa sebenarnya utang yang dilakukan suatu negara bukan permasalahan apabila digunakan untuk hal produktif.
"Hutang sesungguhnya bukan jadi masalah bila dia digunakan untuk kegiatan produktif karena dia kemudian memberikan manfaat untuk orang banyak," ujar Anies Baswedan dikutip ayojakarta.com dari YouTube Kompas TV, Rabu (20/12/2023).
Baca Juga: Gibran Rakabuming Raka Siap Hadapi Debat Cawapres Kedua, Ada Persiapan Khusus?
Namun, menurut mantan Gubernur DKI Jakarta itu, utang akan menjadi masalah apabila tak dipakai dan dikelola dengan baik.
Bahkan jika sampai ada kebocoran penggunaan dana yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
"Problemnya ketika hutangnya tidak dipakai untuk aktivitas yang produktif," kata Anies Baswedan.
"Pemanfaatannya banyak bocor, lha itu masalah," lanjutnya.
Baca Juga: Anies Baswedan Miris Anggaran untuk Guru Honorer Tak Ada Tapi Bisa Bangun Kota Baru
Tetapi ketika penggunaan dana utang tersebut tidak banyak bocor maka bisa digunakan secara optimal dan manfaatnya bisa dirasakan masyarakat Indonesia.
"Tapi bila tidak banyak bocor dia bisa optimal, itu yang kesatu," ucapnya lagi.
Selain masalah pemanfaatan yang tak jelas alias kebocoran penggunaan dana, Anies Baswedan juga mengingatkan soal adanya ambang batas rasio utang.
Menurutnya saat ini rasio utang Indonesia sudah berada di angkat 37 persen.
Baca Juga: RESMI! Anies Baswedan dan Cak Imin Dapat Dukungan dari Mantan Wapres Jusuf Kalla, Ini Alasannya
Ia dan Muhaimin Iskandar atau AMIN akan berusaha menargetkan rasio utang Indonesia menjadi di bawah 30 persen.
"yang kedua, terkait hutang ini. Rasio hutang kita itu ada ambang batasnya. Saat ini rasionya 37 persen, sekitar Rp 8 ribu triliun. Kita menargetkan ini di bawah 30 persen," terangnya.
Anies Baswedan menjelaskan bahwa ada dua cara yang bisa digunakan untuk mewujudkan harapan tersebut.
Pertama dengan mengecilkan utang dan berikutnya memperbesar Gross Domestik Produk (GDP) Indonesia.
"Bagaimana caranya nomor satu hutangnya dikecilin, kedua GDPnya digedein. Dengan dua cara itu akan membuat menjadi 30 persen," ucap Anies Baswedan dengan penuh percaya diri.
Baca Juga: Anies Baswedan Optimis Cak Imin Mampu Hadapi Debat Cawapres: Insyaallah Masyarakat Makin Yakin
Dari kedua cara tersebut, Anies Baswedan mengungkapkan bahwa pilihan kedua yakni memperbesar GDP adalah target yang paling tim AMIN fokuskan nantinya.
"Nah kita ingin GDPnya dibesarkan, sehingga rasio hutangnya turun. Lalu memastikan hutang ini dipakai kegiatan yang produktif dan diawasi dengan baik sehingga hutang itu tidak bocor," jelasnya lagi.
Selain itu, pengawasan harus dilakukan secara transparan, dilaporkan dengan baik dan pastinya dapat dipertanggungjawabkan.
"Ada transparansi, ada pelaporan yang baik, bisa dipertanggungjawabkan republik sehingga memberikan manfaat kepada semuanya," imbuhnya.***