AYOJAKARTA.COM - Meski tujuh tahun telah berlalu, rupanya kasus kopi sianida Jessica Wongso yang menewaskan Wayan Mirna Salihin kembali mencuri perhatian publik.
Pekerjaan Jessica Wongso di Australia sebelumnya dikait-kaitkan dengan kopi sianida yang menewaskan Mirna Salihin.
Otto Hasibuan selaku pengacara Jessica Wongso itu pun mengungkap pekerjaan kliennya di Australia yang sebenarnya.
Dalam sebuah podcast yang diunggah oleh akun TikTok @jawnews, Otto Hasibuan membantah tuduhan soal kliennya yang disebut bekerja di perusahaan farmasi.
Menurutnya, informasi itu sengaja dibuat untuk membangun opini publik agar mengait-ngaitkannya dengan kasus sianida.
“Dibilang dia kerja di perusahaan farmasi sehingga dia tahu sianida dan tahu cara menggunakan sianida, ini kira-kira yang ditampilkan, itu tidak benar,” kata Otto.
Pengacara 64 tahun itu menyebut bahwa Jessica saat di Australia bekerja di perusahaan ambulans bagian desain grafis.
"Saya nggak tahu dari mana mereka dapat cerita itu dan bagaimana mereka berani membuat cerita seperti itu. Jessica itu bekerja di perusahaan ambulans bagian desainer grafis," jelasnya.
Lebih lanjut, Otto mengaku merasa sedih karena kliennya dituduh bisa dengan mudah mendapatkan sianida karena disebut bekerja di perusahaan farmasi.
Mertua Jessica Mila itu juga merasa bahwa kliennya itu selalu dipojokkan.
"Saya juga sedih banget dengarnya. Ini sudah pernah diberitakan di media menyudutkan Jessica, diulang lagi sekarang, sedih," ujar Otto.
"Dan ini ketidakbenaran, tapi ketidakbenaran ini kenapa diulang dan kok tega-teganya Anda mengatakan seperti itu," tambahnya.
Untuk diketahui, sebelumnya eks Wamenkumham Eddy Hiariej yang pernah menjadi saksi ahli dalam sidang kasus kopi sianida menyebut bahwa Jessica bekerja di perusahaan farmasi.
Sehingga Jessica diduga dapat dengan mudah mendapatkan sianida.
"Dia bekerja pada perusahaan farmasi. Jadi untuk mendapatkan racun itu tidak susah buat dia. Apalagi itu dalam bentuk serbuk garam," kata Prof.Eddy.***