AYOJAKARTA.COM -- Ganjar Pranowo, yang merupakan calon Presiden, memberikan respons terhadap usulan dari pasangan calon nomor urut 2, Prabowo-Gibran, yang mengusulkan adanya debat dalam format town hall.
Ganjar Pranowo menyatakan bahwa ia selalu bersedia untuk mengikuti debat capres dengan menggunakan format apapun yang diajukan oleh lawan debatnya.
“Kalau modelnya, di mana pun saya ikut saja. Model town hall oke, model panggung biasa oke, yang penting buat saya sebenarnya bukan tempatnya, debat gitu," ucap Ganjar di Kabupaten Magelang, Jawa Tegah.
Baca Juga: Angkat Bicara Soal Rekayasa CCTV Kasus Jessica Wongso, Rismon Sianipar Akui Dapat Ancaman
Ganjar mengevaluasi bahwa format debat perdana yang baru saja berlangsung masih memiliki kekurangan.
Menurutnya, salah satu kelemahannya adalah terbatasnya kesempatan untuk saling bertanya dan menjawab di antara peserta debat.
Ia berpendapat bahwa kesempatan tanya jawab yang hanya dua kali pada debat sebelumnya masih dianggap kurang memadai.
“Debat itu, ya boleh sedikit tanya jawab agak sedikit ramai agar kita bisa masing-masing menyampaikan pikiran, bisa defend, bisa menunjukkan data, dan itu bisa berulang-ulang," ucap Ganjar.
Ganjar menekankan pentingnya menyoroti contoh konkret terkait materi debat, terutama dalam konteks pengadilan HAM, di mana seharusnya peserta debat mampu memberikan jawaban yang tegas dengan pilihan 'ya' atau 'tidak'.
Baca Juga: Tes Penglihatan: Yakin Punya Mata Tajam? Cari Angka 28 di antara Deretan Angka 82, Bisa Tidak?
Menurutnya, hal ini memiliki signifikansi penting karena dapat memberikan pemahaman dan penilaian yang lebih baik kepada publik mengenai posisi serta pandangan yang dipegang oleh peserta debat.
Ganjar berpendapat bahwa keterlibatan peserta debat dalam memberikan jawaban yang jelas dapat meningkatkan transparansi dan pemahaman masyarakat terhadap isu-isu krusial yang dibahas dalam forum debat.
"Kalau kemarin kan hanya dua kali, maka ada yang pasti mengganjal kita pengin klarifikasi terutama kita hanya butuh publik mengatakan pada sikap ini, ya atau tidak," ucap Ganjar.