News

Kunjungi Balikpapan di Kalimantan Timur, Gibran Rakabuming Sebut IKN Bukan Hanya Istana Megah

Oleh: Nadya Donna Putri Minggu 17 Des 2023, 21:22 WIB
Gibran Rakabuming bercerita kepada warga Balikpapan di Kalimantan Timur yang hadir dalam acara tersebut kalau ia baru saja dari IKN.

AYOJAKARTA.COM – Belum lama ini Gibran Rakabuming, pasangan capres Prabowo, mengunjungi Balikpapan di Kalimantan Timur.

Gibran menghadiri acara KALIMANTAN TIMUR BERGERAK dan menyampaikan sambutan di sana.

Gibran bercerita kepada warga Balikpapan di Kalimantan Timur yang hadir dalam acara tersebut kalau ia baru saja dari IKN.

“Ini saya baru aja pulang dari IKN.” ujar Gibran dalam tayangan YouTube METRO TV dikutip AyoJakarta.com.

Gibran Rakabuming Raka menyampaikan sebuah pertanyaan kepada warga yang hadir di sana mengenai IKN.

Pertanyaan yang dilontarkan Gibran kepada warga yang hadir tersebut apakah setuju atau tidak apabila IKN dilanjutkan pembangunannya.

“Bapak ibu di sini semua setuju IKN dilanjutkan? Warga Balikpapan, Kalimantan semuanya setuju ya ini IKN dilanjutkan?” tanyanya.

Baca Juga: Terungkap, Ini Alasan MMA Tusuk Imah Musala di Condet

Gibran mengatakan kalau IKN ini bukan hanya istana yang megah seperti anggapan banyak orang.

Ia mengatakan kalau IKN merupakan sebuah cikal bakal atau awal simbol pemerataan pembangunan.

“Jadi yang dibangun IKN ini bukan hanya istana yang megah saja. Tapi IKN itu jadi simbol, jadi cikal bakal pemerataan pembangunan di Indonesia.” ungkapnya tentang IKN.

Putra Presiden Jokowi ini juga mengatakan kalau pembangunan itu tidak bisa lagi bersifat Jawasentris atau berpusat di Jawa dan harus Indonesiasentris alias menyeluruh di Indonesia.

Baca Juga: Inilah Golongan Darah Paling Langka di Dunia Dikenal sebagai Darah Emas, Bukan A,B,AB atau O Lalu Apa?

“Jadi pembangunan itu nggak bisa lagi Jawasentris. Harus Indonesiasentris.” ujar Gibran dikutip AyoJakarta.com dari YouTube METRO TV.

Gibran juga melihat tentang investasi di luar Jawa yang sudah melebihi 50%, sehingga memang tidak bisa lagi Jawasentris.

“Sekarang kalau saya lihat, jumlah investasi di luar Jawa itu sudah lebih dari 53%. Intinya pembangunan tidak boleh lagi Jawasentris.” Jelasnya.

Reporter Nadya Donna Putri
Editor Aris Abdulsalam