News

Respons Para Penyandang Tuli Terkait Debat Capres 2024 Perdana: Tak Paham, Kotak Bahasa Isyarat Terlalu Kecil

Oleh: Linda Wati Sabtu 16 Des 2023, 07:19 WIB
Respons Para Penyandang Tuli Terkait Debat Capres 2024 Perdana: Tak Paham, Kotak Bahasa Isyarat Terlalu Kecil

AYOJAKARTA.COM - Debat calon presiden (capres) 2024 yang diselenggarakan pada Selasa (12/12/2023) pukul 19:00 WIB di Kantor KPU RI menuai banyak perhatian publik termasuk dari para penyandang tuli atau tunarungu.

Beberapa dari para penyandang tuli itu memberikan komentarnya terkait debat capres 2024 kemarin.

Sebagai penyandang tuli, tentu mereka kesulitan untuk menyimak debat capres 2024 kemarin, untuk itu dalam siaran biasanya telah disediakan space untuk juru bahasa isyarat (JBI).

Meski telah disedikan juru bahasa isyarat untuk para penyandang tunarungu, mereka mengaku kesulitan menyimak apa yang diperdebatkan.

Baca Juga: Perbandingan Prediksi Roy Morgan di 2 Pilpres Terakhir dengan Hasil Rekapitulasi KPU

Lantaran kotak juru bahasa isyarat yang disediakan terlalu kecil sehingga menyulitkan mereka.

Hal itu diungkap beberapa penyandang tunarungu yang video tanggapannya diunggah Instagram @localpridegarage.

“Sebetulnya saya gak paham, soalnya ukuran kotak bahasa isyarat kecil sekali,” ucap salah satu dari mereka.

Ada juga yang memiliki kendala jaringan kurang stabil sehingga saat JBI menjelaskan patah-patah dan membuat mereka kurang memahami apa yang sedang dibicarakan.

Baca Juga: Anies Baswedan Jadi Gubernur DKI Jakarta Paling Banyak Beri Izin Rumah Ibadah dalam Sejarah? Ini Faktanya!

Ke depannya, mereka berharap agar debat capres dapat menyediakan space lebih besar untuk JBI.

Hal itu tentu supaya mereka yang memiliki keterbatasan dapat mengetahui pesan apa yang disampaikan para capres ini dengan leluasa.

“Harapannya ukuran kotak juru bahasa isyarat dapat diperbesar, sama besarnya dengan orang yang berbicara,” ujar mereka.

Seperti diketahui, tema debat capres perdana kemarin antara lain pemerintahan, hukum, HAM, pemberantasan korupsi, penguatan demokrasi, peningkatan layanan publik dan kerukunan warga.

Acara tersebut berlangsung selama kurang lebih 150 menit dengan jeda iklan selama 30 menit.***

Reporter Linda Wati
Editor Fathul Amanah