AYOJAKARTA.COM – Usai debat perdana calon presiden, Anies Baswedan menjadi sorotan di berbagai platform media sosial.
Menurut lembaga analisis media sosial Drone Emprit, capres nomor urut satu Anies Baswedan mendapat sentimen positif sementara Prabowo Subianto sebaliknya.
Dalam kunjungannya ke Riau, Anies Baswedan sempat menyampaikan terima kasih atas tanggapan yang diberikan publik terhadap debat perdana capres.
Dari hasil analisis yang dilakukan Drone Emprit, pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar mendapatkan sentimen positif hingga mencapai 64 persen.
Sementara Prabowo Subianto yang dinilai publik banyak menunjukkan emosi saat debat, respons positif di media sosial tercatat 48 persen.
Selain menakar sentimen positif, Drone Emprit juga menganalisis sentimen negatif masing-masing pasangan capres-cawapres.
Di urutan pertama sentimen negatif, Prabowo-Gibran menempati urutan pertama dengan nilai 41 persen, Anies-Imin 27 persen dan Ganjar-Mahfud sebesar 23 persen.
Sementara jumlah unggahan di media sosial berdasarkan polling performa, Anies-Imin menempati urutan pertama dengan 44 persen, disusul Prabowo-Gibran dengan 36 persen.
Sedangkan pasangan Ganjar-Mahfud tercatat menempati urutan ketiga dalam hasil analisis unggahan polling performa dengan 20 persen unggahan.
Sehubungan dengan hasil polling performa yang dilakukan, Analis Medsos yang juga Pendiri Drone Emprit memberi penjelasan.
Menurut Ismail Fahmi, warganet terkejut dengan performa yang ditunjukkan Anies Baswedan selama berlangsungnya debat.
Anggapan warganet yang selama ini menilai Anies Baswedan hanya pandai dalam retorika, berhasil diputar-balik dalam waktu singkat.
Baca Juga: Anies Baswedan Hadirkan Ayah Korban Tewas Pendukung Prabowo di Debat Perdana, Ternyata Ini Alasannya
Selain mampu memberikan pernyataan-pernyataan singkat dan jelas, sikap Anies Baswedan yang terbilang agresif juga dinilai warganet sebagai unsur kejutan.
“Biasanya Anies terkenal dalam istilah netizen itu terlalu banyak kata-kata, tapi sejak awal sudah padat, menghentak, ini menunjukkan keterkejutan,” jelas Fahmi.
Sentimen positif yang disampaikan warganet juga sampai diekspresikan dengan menggunakan diksi-diksi slang namun positif.
Sementara capres Ganjar Pranowo, menurut warganet terlihat kurang optimal karena dianggap warganet terlalu mencari aman.
“Ganjar dalam konteks ini, kalah daripada Anies karena, relatif menurut netizen mengambil posisi aman,” imbuh Fahmi.
Sedangkan warganet memberi sentimen negatif karena menilai Prabowo Subianto begitu ekspresif dan emosional sehingga menimbulkan kesan takut.
“Terkait dengan Pak Prabowo, salah satu emosi itu fear, itu takut,” jelas Fahmi yang meminjam istilah warganet tidak seperti biasanya.
Terlebih karena dalam berbagai kesempatan menjelang Pemilu, Prabowo Subianto lebih mengedepankan kampanye gemoy.
Adanya perbedaan mencolok saat kampanye dengan aksi debat, membuat Anies Baswedan lebih diunggulkan warganet.***